HAMBATAN ASEAN DALAM MENGEMBANGKAN KERJA SAMA ANTARIKSA REGIONAL YANG SIGNIFIKAN

LUQMAN HAKIM ANTRIS SAPUTRO, 071311233062 (2019) HAMBATAN ASEAN DALAM MENGEMBANGKAN KERJA SAMA ANTARIKSA REGIONAL YANG SIGNIFIKAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.27 19 Sap h.pdf

Download (22kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.27 19 Sap h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.27 19 Sap h.pdf

Download (305kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Aktivitas keantariksaan di dunia internasional tidak lagi didominasi oleh negara adidaya. Berakhirnya Perang Dingin sekaligus menunjukkan pola baru dalam aktivitas keantariksaan negara-negara di dunia. Tidak hanya negara maju, sejumlah negara-negara berkembang juga turut serta dalam mengembangkan penguasaan dan pemanfaatan teknologi keantariksaan. Tidak terkecuali negaranegara Asia Tenggara. Meskipun kerja sama antariksa di ASEAN telah diwadahi oleh SCOSA, namun hasilnya tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan teknologi keantariksaan di ASEAN. Sehingga muncul pertanyaan mengapa ASEAN belum membangun kerja sama antariksa regional yang lebih signifikan. Dengan menggunakan teori Technological Determinism dan Social Interactionism, penulis meneliti sejauh mana perkembangan aktivitas dan kapabilitas keantariksaan negara-negara ASEAN. Penulis membatasi objek penelitian menjadi enam negara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina) dikarenakan keenam negara tersebut memiliki aktivitas keantariksaan yang cukup aktif di ASEAN. Data-data perkembangan aktivitas keantariksaan negara-negara tersebut menunjukkan bahwa pola pendekatan yang digunakan sebagian besar negara-negara ASEAN bersifat techno-nationalism. Persepsi mengenai antariksa sebagai sarana untuk mencapai tujuan nasional inilah yang menyebabkan pendekatan techno-regionalism masih belum menjadi fokus utama perkembangan IPTEK di negara-negara ASEAN. Khususnya di bidang keantariksaan. Selain persepsi, skripsi ini juga menganalisis norma kawasan hingga pola interaksi komunitas epistemik di ASEAN. Dari sinilah kemudian ditemukan bahwa hambatan-hambatan yang dialami oleh ASEAN apabila ingin mengembangkan kerja sama antariksa yang lebih signifikan antara lain kinerja SCOSA yang tidak efektif, integrasi regional yang belum matang, dan kuatnya pengaruh elit politik di ASEAN sementara komunitas epistemik di ASEAN belum mampu menekankan urgensi kerangka kerja sama antariksa regional yang lebih signifikan daripada SCOSA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.27/19 Sap h
Uncontrolled Keywords: ASEAN, kerja sama antariksa, komunitas epistemik, IPTEK, technonationalism, techno-regionalism, SCOSA.
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ4835-5490 International organizations and associations > JZ4841-4848 Political non governmental organizations. NGOs
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LUQMAN HAKIM ANTRIS SAPUTRO, 071311233062UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorI Basis Susilo, Drs., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 21 Jun 2019 06:52
Last Modified: 21 Jun 2019 06:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83476
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item