HUBUNGAN ANTARA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN BINGE EATING DISORDER PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI KECAMATAN SEMAMPIR

DIAN PUTERI ANDANI, 101511233033 (2019) HUBUNGAN ANTARA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN BINGE EATING DISORDER PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI KECAMATAN SEMAMPIR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (135kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR_ISI.pdf

Download (144kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (484kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FKM GZ 19-19 And h.pdf
Restricted to Registered users only until 26 June 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kondisi rawan pangan merupakan sumber dari stress dan kegelisahan, sehingga hal tersebut memungkinkan individu dalam kondisi rawan pangan mengalami gangguan kesehatan mental dan masalah perilaku pada anak-anak dan remaja. Remaja lebih merasa terpuruk ketika rawan pangan karena mereka lebih merasa rendah diri terhadap dirinya sendiri. Remaja dengan rawan pangan dua kali lebih mudah mengalami masalah emosi. Kondisi psikologis tersebut diduga terjadi karena gizi tidak optimal pada saat periode perkembangan otak dan meningkatkan stress psikologikal karena puncak gangguan pola makan adalah pada usia 15 hingga 19 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan binge eating disorder pada remaja di Kecamatan Semampir. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case-control, yaitu mengidentifikasi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Sampel penelitian sebesar 74 orang, diambil secara acak menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, food recall 2x24 jam, IDDS, SQ-FFQ, HFIAS, PSS dan EDDS. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Spearman dan uji beda Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status ketahanan pangan (p=0,001) dengan kejadian binge eating disorder. Uji Odds Ratio menunjukkan bahwa, remaja rawan pangan berisiko 5,625 kali lebih besar mengalami binge eating disorder. Tidak ada hubungan antara status gizi dengan binge eating disorder (p=0,158). Terdapat perbedaan tingkat konsumsi lemak (p=0,000) dan karbohidrat (p=0,002), namun tidak ada perbedaan pada tingkat konsumsi energi (p=0,664) dan protein (p=0,805). Kesimpulan dari penelitian ini adalah binge eating disorder pada remaja yang berasal dari rumah tangga rawan pangan dapat terjadi karena adanya pembatasan makanan yang terjadi secara terus menerus sehingga ketika ketersediaan makanan melimpah dapat memicu terjadinya binge eating. Penelitian ini merekomendasikan, peningkatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga serta sosialisasi mengenai coping strategy yang tepat tidak hanya diberikan pada orangtua, tetapi juga remaja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM GZ.19/19 And h
Uncontrolled Keywords: Ketahanan pangan, binge eating disorder, remaja, status gizi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsEmail
DIAN PUTERI ANDANI, 101511233033UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Dr., Ir., M.Si,UNSPECIFIED
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 26 Jun 2019 02:06
Last Modified: 26 Jun 2019 02:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83808
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item