PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN SEBAGAI BAHAN FLOKULAN ALAMI TERHADAP KUALITAS Dunaliella sp. PASCA PEMANENAN

ANGGI ISMI SETIYASTI, 141511123004 (2019) PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN SEBAGAI BAHAN FLOKULAN ALAMI TERHADAP KUALITAS Dunaliella sp. PASCA PEMANENAN. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (314kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (216kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (511kB)
[img] Text (FULLTEXT)
SKRIPSI pdf - ANGGI ISMI S_141511123004.pdf
Restricted to Registered users only until 26 June 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

RINGKASAN ANGGI ISMI SETIYASTI. Pengaruh Konsentrasi Kitosan Sebagai Bahan Flokulan Alami Terhadap Kualitas Dunaliella sp. Pasca Pemanenan. Dosen Pembimbing Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP. dan Sudarno, Ir., M.Kes. Flokulasi merupakan kumpulan mikroalga yang membentuk massa akibat penambahan bahan kimia atau zat organik (Thompson et al., 2010). Dunaliella sp. adalah salah satu jenis mikroalga penghasil pigmen yang banyak digunakan sebagai pewarna alami pada industri farmasi, permen, kosmetik dan beberapa industri berbasis bioteknologi lainnya (Hadiyanto dan Azim, 2012). Dunaliella sp. juga biasa dimanfaatkan sebagai pakan alami karena mudah dicerna (Tjokorde et al., 2013). Apabila dalam kondisi faktor eksternal yang tidak mendukung kehidupannya Dunaliella sp. masih dapat melakukan biosintesa bahan yang penting seperti karotenoid, gliserol, vitamin dan protein (Ghoshal et al., 2002). β-karoten dapat bermanfaat sebagai pewarna alami makanan, antioksidan dan sumber pro-vitamin A bagi manusia serta dapat bermanfaat dalam mengobati dan mencegah tumor dan kanker pada manusia (Emeish, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal kitosan sebagai bahan flokulan alami terhadap kelimpahan Dunaliella sp. dan terhadap kelimpahan tertinggi Dunaliella sp. saat re-kultur dan mengetahui pengaruh flokulan alami terhadap kandungan β-karoten Dunaliella sp. pasca re-kultur. Perlakuan yang digunakan adalah dosis larutan kitosan yang berbeda yaitu P0 (150 mg/L), P1 (200 mg/L), P2 (250 mg/L) dan P3 (300 mg/L). Parameter utama dalam penelitian adalah kepadatan Dunaliella sp. pada re-kultur dan kandungan β- karoten setelah proses flokulasi. Parameter pendukung dalam penelitian adalah suhu, pH, salinitas dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan populasi Dunaliella sp. meningkat dengan pemberian kitosan sebanyak 150 mg/L dengan jumlah populasi 298,65 x 104 sel/ml. Kandungan β-karoten tertinggi pada pemberian kitosan dengan dosis 300 mg/L dengan kadar β-karoten sebesar 0,01702 mg/L.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK PK BP 70-19 Set p
Uncontrolled Keywords: Konsentrasi Kitosan;Flokulan Alami;Dunaliella sp
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
ANGGI ISMI SETIYASTI, 141511123004UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr. , Ir., Mp.UNSPECIFIED
ContributorSudarno, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 26 Jun 2019 10:37
Last Modified: 26 Jun 2019 10:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83940
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item