HUBUNGAN PEMBERIAN BRANCHED CHAIN AMINO ACID DALAM MENGHAMBAT PROGRESIVITAS PENYAKIT GINJAL KRONIK DERAJAT 2-4 PADA ANAK

Esthy Poespitaningtyas, dr., NIM. 011318116305 (2019) HUBUNGAN PEMBERIAN BRANCHED CHAIN AMINO ACID DALAM MENGHAMBAT PROGRESIVITAS PENYAKIT GINJAL KRONIK DERAJAT 2-4 PADA ANAK. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
PPDS IKA 13_19 Poe h_ABSTRAK.pdf

Download (576kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
PPDS IKA 13_19 Poe h_DAFTAR ISI.pdf

Download (565kB)
[img] Text (FULLTEXT)
PPDS IKA 13_19 Poe h.pdf
Restricted to Registered users only until 27 June 2022.

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
PPDS IKA 13_19 Poe h_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (449kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan suatu masalah yang tidak jarang ditemukan pada anak. Progresivitas PGK adalah penurunan kadar fungsi ginjal pada pasien yang telah diikuti secara longitudinal ditandai dengan adanya penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), proteinuria dan hipertensi. Salah satu rekomendasi pencegahan PGK dengan pemberian nutrisi suplementasi oral yaitu asam amino rantai cabang atau Branched chain amino acid (BCAA). Tujuan: Menganalisis efek BCAA dalam menghambat progresivitas PGK derajat 2-4 dan memperbaiki status nutrisi pada anak PGK Metode: Penelitian randomized pre-post test controlled grup trial pada pasien PGK derajat 2-4 di poli Nefrologi Anak RSUD Dr Soetomo, terbagi dalam 2 kelompok yaitu BCAA dan plasebo, dikuti selama 8 minggu untuk dievaluasi LFG, albumin, proteinuria, tekanan darah dan status nutrisi. Hasil: Pada penelitian ini terdapat 16 pasien PGK derajat 2-4, laki-laki 71,4% dengan usia rerata 12,5 (SD 2,90) tahun. PGK derajat 2 sebanyak 50% (p=0,767). Sindroma nefrotik penyebab PGK terbanyak (p=0,149). Gizi kurang 7 subyek (50%) (p=1,000) dan perawakan pendek 64,28% (p=1,000). Pada kelompok BCAA terdapat penurunan LFG -5,08±7,13(p=0,055), peningkatan serum albumin 0,20±0,23 (p=0,062), penurunan delta sistole -11,57±15,08 (p=0,565) dan diastole –4,85±16,25 (p=0,708), penurunan berat badan -0.07±1,01 (p=0.828), peningkatan tinggi badan 0,14±0,24 (p=0,771), dan penurunan BMI -0,03±0,74(p=0,389). Kesimpulan: Pada penelitian ini pemberian suplementasi Branched chain amino acid (Leusin, Isoleusin dan Valin) tidak memberikan efek yang bermakna dalam menghambat progresivitas PGK derajat 2-4 dan juga dalam memperbaiki status nutrisi pada anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: KKA KK PPDS IKA 13/19 Poe h
Uncontrolled Keywords: Penyakit Ginjal Kronis, Branched chain amino acid, progresivitas PGK, status nutrisi.
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Esthy Poespitaningtyas, dr., NIM. 011318116305UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRoedi Irawan, Dr., dr., SpA(K), MKesUNSPECIFIED
ContributorNinik Asmaningsih Soemyarso, Dr., dr., SpA(K), MMPaedUNSPECIFIED
ContributorJusak Nugraha, Prof. Dr., dr., SpPK (K), MSUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 27 Jun 2019 07:55
Last Modified: 27 Jun 2019 07:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/84184
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item