PEREMPUAN MENEMBUS GLASS CEILING DALAM POLITIK JABATAN STRATEGIS STRUKTURAL DI BIROKRASI KEMENTRIAN REPUBLIK INDONESIA

Viona Budi Cahyani, 071511331058 (2019) PEREMPUAN MENEMBUS GLASS CEILING DALAM POLITIK JABATAN STRATEGIS STRUKTURAL DI BIROKRASI KEMENTRIAN REPUBLIK INDONESIA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.P.34 19 Cah p.pdf

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI_Fis.P.34 19 Cah p.pdf

Download (69kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA_Fis.P.34 19 Cah p.pdf

Download (88kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.P.34 19 Cah p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.P.34 19 Cah p.pdf

Download (284kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Minimnya jumlah perempuan yang menduduki jabatan strategis struktural di birokrasi Kementrian Republik Indonesia menjadi pertanda adanya glass ceiling yang dihadapi perempuan di birokrasi. Penelitian ini fokus membahas bagaimana perempuan menembus glass ceiling dalam jabatan strategis struktural di birokrasi Kementrian Republik Indonesia. Penelitian dilakukan di tiga kementrian di Indonesia yakni Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementrian Luar Negeri, dan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Informan penelitian ini adalah pejabat perempuan eselon satu setara Direktur Jendral dan pejabat eselon dua di tiga kementrian tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber terkait dan literatur ilmiah seperti jurnal, buku, artikel, dan dokumen Badan Kepegawaian Negara. Temuan data dianalisis dengan Teori Feminisme Post Strukturalis oleh Sandra Harding (1992). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif agar secara rinci dapat merangkai temuan empiris hingga mendapatkan gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan posisi perempuan yang timpang pada posisi strategis dengan laki-laki dikarenakan kuatnya nilai patriarki di birokrasi, dan adanya pembagian kerja politik jabatan di Kementrian Republik Indonesia. Selain itu, untuk menembus glass ceiling, perempuan melakukan beberapa upaya yakni melalui hard politics dan personalisasi patronase politik. Adapun saran untuk mengurangi glass ceiling ini adalah pembuatan kebijakan yang didasari pegalaman perempuan, pelatihan peningkatan pengetahuan dan perspektif kesetaraan gender di birokrasi, monitoring pelaksanaan pengarusutamaan gender di tiap kementrian, affirmative action untuk jabatan struktural, dan penempatan pihak ketiga dari eksternal dalam seleksi lelang jabatan di tiap kementrian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.P.34/19 Cah p
Uncontrolled Keywords: Glass Ceiling, Jabatan Strategis Struktural, Birokrasi, Lelang Jabatan, Patronase Politik
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1442-1448 Women
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Viona Budi Cahyani, 071511331058UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDwi Windyastuti Budi, Dr., Dra., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 27 Jun 2019 08:47
Last Modified: 27 Jun 2019 08:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/84211
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item