Studi Tentang Kedalaman Sarang dan Warna Pasir Terhadap Keberhasilan Tetas Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Konservasi Ex – situ Pulau Serangan, Bali.

Sarah Melania Sudarsono, 081411433005 (2019) Studi Tentang Kedalaman Sarang dan Warna Pasir Terhadap Keberhasilan Tetas Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Konservasi Ex – situ Pulau Serangan, Bali. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
MPB 27-19 Sud s Abstrak.pdf

Download (82kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
MPB 27-19 Sud s Daftar Isi.pdf

Download (56kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
MPB 27-19 Sud s Daftar Pustaka.pdf

Download (50kB)
[img] Text (FULLTEXT)
MPB 27-19 Sud s Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 2022.

Download (928kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tetas telur penyu lekang (Lepidochelys olivacea) pada sarang semi alami dengan kedalaman sarang dan warna pasir yang berbeda serta variabel yang berpengaruh terhadap daya tetas telur di lokasi konservasi ex – situ Turtle Conservation and Education Center. Terdapat 20 butir telur Lepidochelys olivacea di dalam masing – masing sarang semi alami dengan empat perlakuan yaitu pasir hitam kedalaman 30 cm dan 60 cm serta pasir putih dengan kedalaman 30 cm dan 60 cm pada masing – masing sarang semi alami dilakukan tiga kali pengulangan. Suhu selama 45 hari pada masing – masing diukur selama empat kali sehari yaitu pada pukul 00.00 WITA, 08.00 WITA, 13.00 WITA dan 17.00 WITA. Pengukuran suhu dilakukan guna mengetahui kondisi sarang semi alami tetap dalam kondisi suhu yang toleran bagi telur Lepidochelys olivacea. Selama 45 hari masa inkubasi, pada pasir hitam kedalaman 30 cm didapatkan persentase kesuksesan 50% pada liang pertama, 75% pada liang kedua, dan 65% pada liang ketiga. Pada kedalaman 60 cm didapatkan persentase kesuksesan sebesar 35% pada liang pertama, 75% pada liang kedua dan 80% pada liang ketiga. Pada sarang semi alami dengan pasir putih dengan kedalaman 30 cm didapatkan persentase kesuksesan sebesar 60% pada liang pertama, 50% pada liang kedua dan 40% pada liang ketiga. Pada pasir putih kedalaman 60 cm didapatkan persentase kesuksesan sebesar 35% pada liang pertama, 5% pada liang kedua dan 5% pada liang ketiga. Pasir berwarna hitam memiliki ukuran partikel kecil hingga halus dimana dengan porositas kecil mampu memerangkap air sesehingga dapat mencegah kebusukan pada telur dan membantu proses inkubasi lebih cepat, sehingga dari rata – rata sarang semi alami didapatkan pasir berwarna hitam memiliki daya tetas yang lebih tinggi (30 cm = 63% ; 60 cm = 63%) dibanding sarang dengan pasir berwarna putih (30 cm = 50% ; 60 cm = 15%) serta warna pasir merupakan variabel yang berpengaruh terhadap daya tetas telur penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Kata kunci : penyu lekang, kedalaman sarang, warna pasir, konservasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: MPB 27-19 Sud s
Uncontrolled Keywords: penyu lekang, kedalaman sarang, warna pasir, konservasi, olive ridley, nest depth, sand colour, conservation
Subjects: Q Science > QL Zoology
Q Science > QL Zoology > QL750-795 Animal behavior
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Sarah Melania Sudarsono, 081411433005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang Irawan, Prof. Dr.UNSPECIFIED
ContributorTrisnadi Widyaleksono CP, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 27 Jun 2019 13:38
Last Modified: 27 Jun 2019 13:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/84260
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item