SPATIAL DEPENDENCE ANALYSIS DALAM PENENTUAN DERAJAT DAN POLA KETERGANTUNGAN SPASUAL DI 27 PROVINSI INDONESIA TAHUN 2004

EDWIN OLOAN SILAEN, 040318054 (2007) SPATIAL DEPENDENCE ANALYSIS DALAM PENENTUAN DERAJAT DAN POLA KETERGANTUNGAN SPASUAL DI 27 PROVINSI INDONESIA TAHUN 2004. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-silaenedwi-5578-c39_07-k.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-silaenedwi-5578-c39_07-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini menganalisis mengenai seberapa besar derajat dan pola ketergantungan "dependensi" spasial di antara tiap provinsi di Indonesia, tepatnya 27 provinsi, pada tahun 2004. Setelah mendapatkan seberapa besar derajat ketergantungan, untuk kemudian di analisis guna mendapatkan penjelasan mengenai seberapa berpengaruhnya tingkat "dependensi" spasial terhadap pembangunan dan perkembangan wilayah yang bersangkutan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode analisis, yaitu Metode Analisis Moran's Index dan LISA (Local Indicator for Spatial Association). Tinggi rendahnya derajat ketergantungan antar provinsi akan diukur dengan menggunakan Metode Analisis Moran's Index, sedangkat pola cluster antar provinsi sendiri diukur dengan menggunakan Metode Analisis LISA. Pola cluster yang didapat akan digambarkan lewat Moran's Scatter Plot. Data yang digunakan pada skripsi ini merupakan data sekunder yang diterbitkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dalam berbagai edisi, diantaranya PDRB Regional berdasarkan harga konstan 2000, data jumlah penduduk di tiap provinsi pada tahun 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiap provinsi di Indonesia memiliki dependensi spasial yang mayoritas rendah dimana hal tersebut pada jangka panjang akan mengarah pada proses pembangunan regional yang bersifat individualistis. Berdasarkan pencitraan LISA, dependensi spasial yang rendah akan sedikit menghasilkan adanya titik pertumbuhan ekonomi (hot spot) yang diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi daerah-daerah lainnya. Hal ini dikarenakan antar provinsi lebih bersifat individualistis, dimana transfer teknologi dan pengetahuan cenderung lambat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C. 39/07 Sil s
Uncontrolled Keywords: REGIONAL ECONOMICS; INCOME - REGIONAL DISPARITIES
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
EDWIN OLOAN SILAEN, 040318054UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDra. Ec. Dyah Wulansari, M.Ec.DevUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 06 Dec 2007 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 22:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8463
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item