PENERAPAN METODE COST TO COST DALAM PENGAKUAN PENDAPATAN TERHADAP KEWAJARAN LAPORAN KEUANGAN DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. GUNUNG KIJANG SIDOARJO

NI WAYAN PUSPASARI KENCANA DEWI, 049923015 E (2005) PENERAPAN METODE COST TO COST DALAM PENGAKUAN PENDAPATAN TERHADAP KEWAJARAN LAPORAN KEUANGAN DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. GUNUNG KIJANG SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
2.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-dewiniwaya-5834-a320_05-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Setiap perusahaan sebagai entitas bisnis selalu mempunyai tujuan untuk mencari laba yang tinggi. Sehingga setiap perusahaan selalu mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan perusahaan di dalam sebuah laporan. Penyajian laporan keuangan yang wajar menjadi mutlak diperlukan bagi perusahaan. Karena dengan penyajian laporan keuangan yang wajar maka pihak-pihak intern dan ekstern yang membutuhkan laporan keuangan tersebut tidak tertipu. Metode pengakuan pendapatan menjadi hal yang penting untuk diterapkan guna mengukur pendapatan yang sebenarnya diterima oleh perusahaan. Pendapatan adalah arus masuk kas bruto dan manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila ants masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Prinsip Pengakuan pendapatan menetapkan bahwa pendapatan diakui pada saat direalisasi atau dapat direalisasi dan dihasilkan. Sehingga pendapatan perusahaan benar-benar disajikan secara proporsional dalam laporan keuangan. Laporan keuangan sendiri terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, arus kas dan neraca yang satu sama lainnya sangat berkaitan. Selain pendapatan, beban-beban perusahaan juga harus dicatat secara tepat dan proporsional, karena beban-beban perusahaan juga menentukan dalam pencatatan Iaba perusahaan. Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk ants keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Jadi definisi beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan biasa untuk memperoleh pendapatan. Beban tersebut biasanya berbentuk ants keluar atau berkurangnya aktiva seperti kas (dan setara kas), persediaan dan aktiva tetap. Ketepatan pencatatan beban bergantung pada ketepatan pengklasifikasian beban yang diterapkan perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi yaitu PT. Gunung Kijang, Sidoarjo dan bertujuan untuk mengetahui metode pengakuan pendapatan yang diterapkan pada perusahaan tersebut. PT. Gunung Kijang menggunakan metode pengakuan pendapatan berdasarkan prosentase penyelesaian fisik untuk mengakui pendapatannva. Namun pada prakteknya metode pengakuan pendapatan dengan prosentase penyelesaian fisik kurang tepat dalam menvajikan laporan keuangan karena pendapatan menjadi lebih tinggi dalam satu periode sehingga laba yang diakuipun terlalu tinggi. Dengan menggunakan metode cost to cost penyajian laporan keuangan menjadi wajar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A. 320/05 Dew p
Uncontrolled Keywords: INCOME ACCOUNTING
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5546-5548.6 Office management
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
NI WAYAN PUSPASARI KENCANA DEWI, 049923015 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDrs. Yustrida Bernawati, M.Si., AkUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Jan 2008 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 18:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8477
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item