PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN DEWAN DIREKSI DAN ADANYA KOMITE AUDIT TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA

ADE SERLITA DULE RADJALANGU, 040117050 (2005) PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN DEWAN DIREKSI DAN ADANYA KOMITE AUDIT TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
3.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-radjalangu-5835-a321_05-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Manajemen laba (earnings management) merupakan tindakan campur tangan pihak manajemen dalam proses penyusunan laporan keuangan untuk mengubah laba yang ditampilkan dalam laporan keuangan dengan maksud untuk rnendapatkan manfaat tertentu, baik untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi maupun untuk meningkatkan nilai perusahaan terutama di mata para investor. Penyebab manajemen laba ini bermula dari adanya konflik kepentingan antara pihak manajemen yang ditunjuk sebagai agent dan para pemilik perusahaan sebagai principal, ditambah lagi dengan adanya kondisi asimetri informasi sehingga memberi celah bagi manajemen untuk melakukan manajemen laba. Penelitian ini merupakan hasil replikasi dari penelitian Midiastuty dan Macfoedz (2003) mengenai hubungan mekanisme Good Corporate Governance dan indikasi manajemen laba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh tiga mekanisme Good Corporate Governance yaitu kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi dan adanya komite audit perusahaan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur industri food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan periode penelitian tahun 2001-2003. Dengan menggunakan metode purposive sampling, terpilih 18 perusahaan industri food and beverages sebagai sampel. Pengukuran manajemen laba dengan menggunakan proksi Discretionary Accrual (DA) yang dihitung dengan modifikasi model Jones, ditemukan sebanyak 11 perusahaan (61,11%) terindikasi melakukan manajemen laba dengan pola income decreasing, sedangkan sisanya sebanyak 7 perusahaan (38,39%) dengan pola income increasing. Pengujian terhadap hipotesis yang dikemukakan, menggunakan alat uji staitistik deskriptif dan statistik inferensi. Sedangkan model analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa ukuran dewan direksi dan adanya komite audit berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti bahwa manajemen laba dapat diatasi dengan mekanisme Good Corporate Governance yang berhasil dibuktikan dalam penelitian ini, yaitu ukuran dewan direksi yang kecil dan adanya komite audit dalam perusahaan tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A. 321/05 Rad p
Uncontrolled Keywords: INTERNAL AUDITING
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28-70 Management. Industrial Management
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
ADE SERLITA DULE RADJALANGU, 040117050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDra. Wiwiek Dianawati, M.Si., AkUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Jan 2008 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 18:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8478
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item