IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING EKTOPARASIT PADA BENIH KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI HATCHERY DAN KARAMBA JARING APUNG DI SITUBONDO

FUNGKY PUTRA PRATAMA, 141511133027 (2019) IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING EKTOPARASIT PADA BENIH KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI HATCHERY DAN KARAMBA JARING APUNG DI SITUBONDO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Ringkasan)
PK.BP. 97-19 Pra i Ringkasan.pdf

Download (42kB)
[img] Text (Daftar Isi)
PK.BP. 97-19 Pra i Daftar Isi.pdf

Download (44kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
PK.BP. 97-19 Pra i Daftar Pustaka.pdf

Download (71kB)
[img] Text (Fulltext)
PK.BP. 97-19 Pra i.pdf
Restricted to Registered users only until 12 July 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerapu tikus (Cromileptes altivelis) merupakan spesies ikan laut yang ciri khasnya terletak pada bentuk moncong di ujung anterior kepala yang menyerupai tikus. Indonesia merupakan salah satu produsen utama ikan kerapu dengan harga jual tinggi. Benih kerapu tikus dikembangkan di tempat pembenihan (hatchery) yang dipelihara di bak beton mulai dari larva hingga benih mencapai ukuran tertentu dan pada karamba jaring apung (KJA) yang merupakan masa pendederan. Hambatan yang sering terjadi dalam pembenihan salah satunya adalah infestasi cacing ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan spesies cacing ektoparasit yang menginfestasi benih kerapu tikus serta perbedaan prevalensi benih yang terinfestasi cacing ektoparasit yang berasal dari hatchery UPBL dan karamba jaring apung BPBAP Situbondo. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pembuatan preparat slide mounting cacing ektoparasit menggunakan metode pewarnaan Semichon’s Acetic Carmine dan digambar menggunakan bantuan mikroskop binokuler yang dilengkapi dengan kamera lucida. Spesies cacing ektoparasit yang ditemukan menginfestasi benih kerapu tikus adalah Zeylanicobdella arugemensis dan Neobenedenia girellae. Prevalensi dari hatchery UPBL Situbondo termasuk dalam kategori often dengan total sebesar 16,66 %, serta pada karamba jaring apung BPBAP total prevalensi sebesar 80 % yang masuk dalam kategori usually. Uji statistik dengan metode chi-square menunjukkan bahwa perbandingan prevalensi dari kedua tempat benih kerapu tikus dipelihara adalah (P<0,05) atau berbeda nyata

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP. 97-19 Pra i
Uncontrolled Keywords: Identifikasi Dan Prevalensi Cacing Ektoparasit, Benih Kerapu Tikus (Cromileptes Altivelis)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
FUNGKY PUTRA PRATAMA, 141511133027UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorSri Subekti, Prof. Dr., drh., DEA.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 12 Jul 2019 06:51
Last Modified: 12 Jul 2019 06:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/84942
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item