STRATEGI PEMULIHAN KRISIS EKONOMI DAN PENCEGAHAN TERHADAP CONTAGION EFFECT STUDI KASUS : ASIAN FLU (1997)

WAHYU TRIWIBOWO, 040016817 (2005) STRATEGI PEMULIHAN KRISIS EKONOMI DAN PENCEGAHAN TERHADAP CONTAGION EFFECT STUDI KASUS : ASIAN FLU (1997). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2008-triwibowow-5973-c5305-k.pdf

Download (340kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-triwibowow-5973-c5305-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Krisis keuangan di Asia (Asian Flu) yang terjadi pada tahun 1997 telah menjadi perhatian bagi para pengamat dan pelaku ekonomi global. Krisis yang menimpa beberapa negara di Asia timur terutama ASEAN-4 (Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Phillipina) dan Korea Selatan telah membalikkan fakta Asian Miracle yang terdengar pada awal dekade 90-an. Satu permasalahan spesifik dalam krisis di Asia dibandingkan peristiwa-peristiwa krisis terdahulu adalah permasalahan penularan krisis antar negara (contagion effect). Adanya contagion effect dalam krisis di Asia telah banyak menjadi topik penelitian bagi para pengamat ekonomi. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana proses terjadinya krisis di Asia sehingga menimbulkan contagion effect pads beberapa negara di Asia, serta tanggapan pemerintah negara ASEAN-4 dan Korea Selatan dalam menghadapi krisis di negaranya. Jenis penulisan skripsi ini adalah kualitatif, adapun pendekatan kualitatif yang digunakan adalah pendekatan studi kasus deskriptif dengan menggunakan kasus tunggal. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah mendasarkan pada proposisi teoritis, mengembangkan deskripsi kasus, serta analisis kronologis. Ruang lingkup penelitian ini adalah negara-negara ASEAN-4 dan Korea Selatan. Dalam pembahasan disertakan kondisi negara-negara tersebut pada periode tranquil (periode sebelum adanya krisis), kronologi krisis Asia tahun 1997, tanggapan awal terhadap krisis dan usaha pemerintah dalam memuihkan perekonomian, proses pemulihan perekonomian pasca trejadinya krisis tahun 1997, serta alternatif kebijakan untuk menghindari terjadinya contagion effect (misalnya dengan menggunakan early warning system) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadinya krisis dan contagion effect disebabkan oleh dua hal, yaitu adanya fundamental weakness yang identik pada perekonomian masing-masing negara serta terjadinya financial panic yang menjadi pemicu serangan spekulatif dan pada akhirnya menularkan krisis dari negara satu ke negara lainnya. Pada awal terjadinya krisis, pemerintah negara-negara ASEAN-4 dan Korea Selatan memberikan tanggapan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang ketat, namun untuk beberapa negara (Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand) kebijakan tersebut tidak berlangsung lama karena kondisi perekonomian yang over kontraktif. Pada tahun 1998, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand melakukan penyesuaian kebijakan makroekonomi menjadi lebif ekspansif. Hal tersebut tidak bisa diikuti oleh Indonesia karena nilai tukar rupiah terhadap dollar masih terus melemah. Sedangkan di Phillipina kebijakan makroekonomi yang ketat tetap dipertahankan, namun pemerintah Phillipina juga menitikberatkan kebijakannnya pada peningkatan pelayanan sosial dan fasilitas publik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C 53/05 Tri s
Uncontrolled Keywords: FINANCIAL CRISES
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC10-1085 Economic history and conditions
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
WAHYU TRIWIBOWO, 040016817UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDrs. Ec. Suprajitno, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 07 Feb 2008 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 16:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8515
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item