PENGARUH PERBEDAAN BOBOT TALLUS TERHADAP PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum DENGAN KANDUNGAN MAKRO MINERAL SULFUR (S) TERTINGGI PADA MEDIA KULTUR TEKNIS

AVIRDHA MEILALA, 141511133113 (2019) PENGARUH PERBEDAAN BOBOT TALLUS TERHADAP PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum DENGAN KANDUNGAN MAKRO MINERAL SULFUR (S) TERTINGGI PADA MEDIA KULTUR TEKNIS. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Ringkasan)
PK.BP. 117-19 Mei p Ringkasan.pdf

Download (126kB)
[img] Text (Daftar Isi)
PK.BP. 117-19 Mei p Daftar Isi.pdf

Download (128kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
PK.BP. 117-19 Mei p Daftar Pustaka.pdf

Download (224kB)
[img] Text (Fulltext)
PK.BP. 117-19 Mei p.pdf
Restricted to Registered users only until 23 July 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Indonesia karena memiliki potensi ekspor yang cukup besar. Salah satu jenis rumput laut yang paling melimpah dari kelompok alga coklat (Phaeophyceae) yang tersebar di perairan tropis termasuk di Indonesia adalah Sargassum duplicatum. Pada tahun 2007, produksi rumput laut Indonesia mencapai 94 ribu ton, sedangkan pada akhir tahun 2008 pemasokan rumput laut terhadap permintaan pasar di Indonesia masih sangat kurang, yaitu hanya berkisar 13,1%. Rendahnya pasokan tersebut disebabkan karena kegiatan budidaya yang kurang baik dan kurangnya informasi tentang potensi rumput laut kepada para petani. Keberhasilan budidaya rumput laut tidak terlepas dari beberapa faktor seperti lingkungan, kualitas bibit, metode yang digunakan, ketersediaan nutrisi, dan kepadatan atau bobot awal dalam pemeliharaan. Kultur jaringan merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat memberikan kualitas yang baik pada bibit rumput laut, sehingga dapat memberikan hasil budidaya rumput laut yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot tallus terhadap nilai SGR, GR dan kandungan klorofil- α Sargassum duplicatum pada media kultur teknis yang memiliki kandungan makro mineral sulfur (S) tertinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di ruang B-201 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Bobot tallus yang digunakan adalah 0,5 gram; 0,8 gram; 1,1 gram dan 1,4 gram. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan bobot tallus berbeda nyata (F hitung > F tabel 0,05) terhadap pertumbuhan Sargassum duplicatum. Pada minggu pertama hingga terakhir pertumbuhan tertinggi terlihat pada perlakuan 3 dengan bobot awal 1,4 gram dan terendah pada perlakuan 0 dengan bobot awal 0,4 gram. Pada klorofil-a, pengaruh perbedaan bobot tallus tidak berbeda nyata terhadap jumlah klorofil-a (F hitung < F tabel 0,05).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP. 117-19 Mei p
Uncontrolled Keywords: Perbedaan Bobot Tallus, Pertumbuhan Sargassum duplicatum, Kandungan Makro Mineral Sulfur (S), Media Kultur Teknis.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AVIRDHA MEILALA, 141511133113UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMoch Amin Alamsjah,, '0016017002UNSPECIFIED
ContributorAgustono, '0030065706UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 23 Jul 2019 11:33
Last Modified: 23 Jul 2019 11:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/85354
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item