SEWA GUNA USAHA PESAWAT UDARA MENURUT KONVENSI CAPE TOWN 2001 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM HUKUM NASIONAL

ERLISA AKHLAKUL KARIMAH, 031511133230 (2019) SEWA GUNA USAHA PESAWAT UDARA MENURUT KONVENSI CAPE TOWN 2001 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM HUKUM NASIONAL. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
FH. 195-19 Kar s ABSTRAK.pdf

Download (125kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
FH. 195-19 Kar s DAFTAR ISI.pdf

Download (119kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
FH. 195-19 Kar s DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (149kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FH. 195-19 Kar s.pdf
Restricted to Registered users only until 13 August 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Jumlah peminat pesawat udara terus meningkat tiap tahunnya jika dibandingkan dengan transportasi lainnya. Dengan meningkatnya peminat pesawat udara, timbul suatu kewajiban bagi perusahaan maskapai penerbangan untuk terus meremajakan pesawat udara dengan memperbarui armadanya demi menunjang dan menjaga kualitas jasa yang diberikan. Berbeda dengan jenis transportasi lainnya, pesawat udara merupakan objek yang bersifat padat modal, yang dimaksud dengan padat modal adalah untuk pengadaan dan biaya operasionalnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan fakta ini, selain jual-beli dan sewa menyewa terdapat beberapa pilihan jenis perjanjian baru banyak yang lebih dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan. Sebagai contoh, selain melalui jual-beli juga menggunakan transaksi melalui sewa guna usaha pesawat udara. Namun, dari konvensi internasional dan peraturan nasional, belum ditemukan adanya pengaturan yang spesifik mengatur mengenai sewa guna usaha pesawat udara. Kemudian, perlindungan hukum dengan cara pemberian hak jaminan kebendaan bagi para pihak dalam sewa guna usaha pesawat udara juga perlu untuk ditelusuri kembali, guna mewujudkan keadilan dan kepastian hukum dalam berkontrak. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, Peneliti menggunakan tipe penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundangundangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Dalam penelitian ini, Peneliti mencoba membahas ketentuan-ketentuan khusunya mengenai sewa guna usaha pesawat udara yang ada di dalam Konvensi Cape Town 2001 dan menghubungkannya dengan hukum nasional. Selain itu, peneliti akan membahas mengenai pengaturan terkait perlindungan hak jaminan kebendaan yang diberikan kepada para pihak apabila terjadi pailit atau cidera janji (wanprestasi). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa belum ada aturan nasional mengenai sewa guna usaha pesawat udara dan hak jaminan kebendaan atas pesawat udara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 195-19 Kar s
Uncontrolled Keywords: sewa guna usaha; pesawat udara; hukum internasional; jaminan kebendaan; IDERA.
Subjects: J Political Science > JX International law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
ERLISA AKHLAKUL KARIMAH, 031511133230UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorADHY RIADHY ARAFAH, '0021048501UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 13 Aug 2019 00:47
Last Modified: 13 Aug 2019 00:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/85774
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item