ASAS EGALITER DALAM PEMBAGIAN WARISAN TERHADAP AHLI WARIS BEDA AGAMA BERDASARKAN PENETAPAN PENGADILAN AGAMA BADUNG NO.4/PDT.P/2013/PA.BDG

ASILAH AS, S.H., 031714253041 (2019) ASAS EGALITER DALAM PEMBAGIAN WARISAN TERHADAP AHLI WARIS BEDA AGAMA BERDASARKAN PENETAPAN PENGADILAN AGAMA BADUNG NO.4/PDT.P/2013/PA.BDG. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (297kB)
[img] Text
daftar isi.pdf

Download (392kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (436kB)
[img] Text
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 21 August 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: Http:///lib.unair.ac.id

Abstract

Hukum waris sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup kehidupan manusia, sebab setiap manusia pasti akan mengalami peristiwa hukum yang dinamakan kematian. Akibat hukum selanjutnya yang akan lahir dengan adanya kematian adalah peristiwa kewarisan. Jika membicarakan tentang waris maka ada beberapa masalah yang timbul di kehidupan sehari-hari. Masalah ini sering muncul salah satunya dikarenakan oleh sudut pandang yang berlainan dari hukum yang berlaku di Indonesia dan salah satunya adalah tentang kewarisan beda agama. Dalam penetapan No.4/Pdt.p/2013/PA.BDG salah satu pertimbangan hakimnya adalah memberikan wasiat wajibah kepada ahli waris yang berbeda agama melalui asas egaliter. Asas egaliter digunakan oleh beberapa hakim sebagai dasar hukum memberikan ruang bagi ahli waris beda agama untuk mendapatkan bagian waris melalui konsep wasiat wajibah. Pada hal asas egaliter tersebut tidak tepat jika diterapkan pada hukum kewarisan Islam. Karena egaliter itu berasal dari asas dalam Hak Asasi Manusia yang berarti persamaan, pemikiran hakim yang mendasarkan perkara kewarisan beda agama terhadap asas egaliter sudah melampaui karena sebenarnya ajaran dari pada egaliter itu untuk menyetarakan kedudukan, harkat maupun martabat manusia secara ediologis, politis, ekonomis maupun sosiologis, sehingga dapat dikatakan semua manusia itu sama dan sederajat. Sedangkan dalam Kewarisan Islam asas tersebut tidak dapat digunakan karena bagian antara laki-laki dan perempuan tidak sama.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 80/19 Asi a
Uncontrolled Keywords: Inherintance, egalitarian principle, wasiat wajibah
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB2101-2862 Constitutions and religion. Constitutional and administrative law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ASILAH AS, S.H., 031714253041UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorProf.Dr., Drs., Abd. Shomad, S.H., M.H, '0020056704UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 21 Aug 2019 07:26
Last Modified: 21 Aug 2019 07:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/85991
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item