STUDI POLA PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GOUT (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyaklt Dalam RSU Dr. Soetomo Surabaya)

Sanggari Appathurai, 050413133 (2009) STUDI POLA PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GOUT (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyaklt Dalam RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-appathurai-14782-kkbkk-2-s.pdf

Download (859kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gout merupakan penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah secara berlebihan (hiperurisemia), baik akibat produksi yang meningkat, ekskresi melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Di Indonesia prevalensi tertinggi pads penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan makanan laut (seafood) dan mengkonsumsi alkohol. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat, meliputi jenis, dosis, frekuensi dan rute pemberian pada pasien gout. Metode yang digunakan noneksperimental (observasional), deskriptif, retrospektif Penelitian dilakukan pads bulan Augustus sampai dengan November 2008 di Instalasi Rawat Jalan Divisi Reumatologi Bagian Penyakit Dalam RSU Dr. Soetomo Surabaya. Bahan penelitian ini berupa Dokumen Medik Kesehatan (DMK) dari pasien gout yang menjalani rawat jalan di Instalasi Rawat Jalan Divisi Rheumatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSU Dr. Soetomo Surabaya. Sampel penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosa akhir gout yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian adalah pasien dengan diagnosa akhir gout yang memenuhi kriteria A dan atau kriteria B dan atau 6 atau lebih kriteria C yang ditetapkan oleh American Rheumatism Association (ARA) dengan data DMK yang lengkap. Periode sampel penelitian 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2007. Jumlah sampel yang memenuhio kriteria inklusi sebanyak 50 pasien. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita terbanyak adalah pria (80%), dengan kategori usia dewasa (>12-65 tahun) sebanyak (90%). Obat yang digunakan pada pasien gout adalah NSAIDs (Na-Diklofenak, meloksikam, asam mefenamat, piroksikam), analgetika opioid (tramadol), analgetika non opioid (parasetamol), kortikosteroid (prednison, metil prenisolon). Jervis obat yang digunakan pasien gout untuk mencegah dan mengatasi efek samping antara lain H2 antagonis (ranitidin) dan antasida. Sebagian besar dosis obat yang diberikan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan, pada beberapa kasus masih perlukan penyesuaian dosis terkait dengan efek samping dan interaksi obat yang digunakan. Drug Related Problem (DRPs) yang terjadi adalah efek samping obat meliputi: gangguan GIT (Na diklofenak, meloksikam) 11 pasien, (Allupurinol) 1 pasien. Mengingat besarnya prevalensi problema obat yang terjadi pada kasus gout akibat pemakaian obat-obat analgetika/NSAIDs dan Allupurinol jangka waktu lama menuntut peran aktif farmasis dalam pelaksanaan Pharmaceutical Care.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 135-10 App s
Uncontrolled Keywords: ARTHRITIS; GOUT; DRUGS USE
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Sanggari Appathurai, 050413133UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDidik Hasmono, DrsUNSPECIFIED
ContributorJoewono Soeroso,, Dr. H., dr. MSc., SpPd., K-RUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 01 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 03:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8666
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item