PENGARUH PERUBAHAN pH TERHADAP PROFIL AKTIVITAS PROTEOLITIK ENZIM TERMOSTABIL DARI BAKTERI ISOLAT (A II-4) LUMPUR LAPINDO The Effect of pH Change in to the Profile of Proteolytic Activity in Thermostabil Enzymes taken from Lapindo Mud (A H-4) Bacterial

Dian Ria Wijayani, 050413002 (2008) PENGARUH PERUBAHAN pH TERHADAP PROFIL AKTIVITAS PROTEOLITIK ENZIM TERMOSTABIL DARI BAKTERI ISOLAT (A II-4) LUMPUR LAPINDO The Effect of pH Change in to the Profile of Proteolytic Activity in Thermostabil Enzymes taken from Lapindo Mud (A H-4) Bacterial. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-wijayanidi-14837-kkbkk-2-p.pdf

Download (803kB) | Preview

Abstract

Lumpur panas di Porong yang terus menyembur sejak 29 Mei 2006 semakin luas menggenangi wilayah Sidoarjo. Akibatnya, kerugian harta benda dan lahan yang hams ditanggung masyarakat makin besar. Meskipun begitu, bencana lumpur Sidoarjo itu membawa manfaat bagi sebagian manusia di bumi ini. Bukan itu saja, dalam material panas itu ternyata hidup bakteri termofil. Mikroba ini senang bermukim di lingkungan air yang hangat, karena mendapat kelimpahan makanan yang tidak lain adalah unsur Selenium. Berbagai jenis bakteri termofil tentunya akan banyak ditemukan di Indonesia, sebagai wilayah yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia. Keberadaan bakteri ini ditunjang oleh limpahan Selenium di permukaan bumi sebagai akibat luapan magma pada masa lalu. Namun sayangnya, kekayaan dan potensi hayati ini belum diteliti dan tergali (Nasir, 2007). Pada saat ini, bakteri termofil mendapat perhatian khusus, karena sangat potensial dalam dunia bioteknologi. Proteolitik termostabil memiliki banyak keuntungan dalam penggunaannya, karena dapat bekerja pada suhu tinggi, reaksinya lebih cepat, meningkatkan kelarutan reaktan nongas dan produk, serta mengurangi terjadinya kontaminasi oleh organisme mesofil (Nascimento & Martins, 2004). Proteolitik sebagai salah satu enzim industri menguasai 60% total pemasaran enzim dunia, banyak digunakan dalam bidang industri makanan, kulit, deterjen, dan farmasi. Aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu temperatur dan pH. Enzim akan bekerja pada temperatur dan pH optimal, dimana penyimpangan dari rentang temperatur maupun pH tersebut akan menurunkan aktivitas enzim. Berbagai penelitian memperlihatkan hasil yang berbeda terkait dengan pH optimum dari berbagai protease. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dikaji pengaruh perubahan pH terhadap aktivitas proteolitik bakteri termofil isolat (A II-4), sehingga dapat diketahui harga pH yang optimal bagi enzim untuk menghasilkan aktivitas yang paling tinggi. Untuk mendapatkan enzim proteolitik dari bakteri isolat (A II-4) dilakukan produksi enzim dengan menanam bakteri pada media Nutrient Broth dan diinkubasi pada suhu 50°C dengan kecepatan agitasi 150 rpm selama 24 jam (hasil optimasi kurva pertumbuhan bakteri pada Gambar 5.2). Inokulum bakteri dimasukkan dalam media produksi enzim yang berisi 0,5%(b/v) glukosa, 0,75%(b/v) pepton, 0,5%(b/v) MgSO4.7H20 dan 0,5%(b/v) KH2PO4 dan diinkubasi pada 50°C dengan kecepatan agitasi 150 rpm selama 33 jam (hasil optimasi kurva produksi protease pada Gambar 5.3). Suspensi dituang ke dalam tabung sentrifirge dan disentrifugasi dengan kecepatan 5000 rpm selama 10 menit. Supernatan yang didapat digunakan sebagai crude enzyme pada penelitian pengaruh perubahan pH terhadap aktivitas enzim proteolitik. Untuk uji aktivitas enzim pada penelitian ini digunakan metode analisis CDU (Casein Digestion Unit). Metode ini didasarkan atas enzim proteolitik yang menghidrolisis protein substrat menjadi berbagai macam asam amino, dan salah satu asam amino hasil hidrolisis adalah L-Tirosin yang mempunyai serapan kuat pada A 266,4 nm. Uji aktivitas enzim proteolitik ini menggunakan substrat dalam dapar yang memiliki pH tertentu yaitu: 6,5; 7,0; 7,5; 8,0; 9,0 dan 10,0. Dari keenam rentang pH yang diujikan tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa enzim protease dari crude enzyme yang dihasilkan oleh bakteri isolat (A 11-4) lumpur Lapindo memiliki aktivitas optimal pada pH 7,5 dengan aktivitas sebesar 4.60±0.0518 Unit/mL. Hasil analisis dinyatakan dalam 1 unit aktivitas protease yang didefinisikan sebagai jumlah enzim yang mampu menghidrolisis kasein menghasilkan peptide yang ekivalen dengan 1 mol tirosin per menit pada kondisi percobaan (Poernomo dan Purwanto, 2003).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 146-10 Wij p
Uncontrolled Keywords: PROTEOLYTIC ENZYMES; THERMOPHILIC MICRO ORGANISM
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Dian Ria Wijayani, 050413002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIsnaeni,, Dr. MS., Apt.UNSPECIFIED
ContributorSoebahagiono, Drs., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 04 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 03:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8671
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item