PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL-10 TERHADAP MUTU FISIK DAN DISOLUSI ORALLY DISINTEGRATING TABLET PARASETAMOL (Dari Granul Parasetamol - Manitol - PVP K-30 Yang Dibuat dengan Metode Fluid Bed Granulation)

Yaniar Dyah Ayu Mirahanim, 050513191 (2009) PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL-10 TERHADAP MUTU FISIK DAN DISOLUSI ORALLY DISINTEGRATING TABLET PARASETAMOL (Dari Granul Parasetamol - Manitol - PVP K-30 Yang Dibuat dengan Metode Fluid Bed Granulation). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-ainirosita-14944-kkbkk-2-p.pdf

Download (892kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan bentuk sediaan tablet yang cepat larut atau terdispersi ketika kontak dengan saliva dan tidak menggunakan air dengan waktu disintegrasi 60 detik atau kurang. Dalam memformulasi ODT, disintegran merupakan komponen penting, sehingga ODT dapat terdisintegrasi dengan cepat (< 60 detik). Sediaan ODT biasanya menggunakan superdisintegran seperti croscarmellose sodium (Ac-Di-Sol), sodium starch glycolate (Primogel), dan crosspovidone (Polyplasdon XL-10) (Zhao & Augsburger, 2005). Diantara superdisintegran tersebut, Polyplasdon XL-10 memiliki kelebihan yaitu dapat meningkatkan disolusi clad bahan obat kationik baik untuk obat yang mudah larut ataupun untuk bahan obat yang sukar larut. Polyplasdon XL-10 merupakan senyawa sintetik yang merupakan kait silang homopolimer sintetik dari N-vinyl 2 pirolidon, yang tidak larut dalam air namun dapat terdispersi dengan cepat dalam air. Dengan adanya gaya kapilaritas, air akan meresap ke dalam tablet melalui pori-pori tablet sehingga Polyplasdon XL-10 akan mengembang dengan cepat yang menyebabkan tablet pecah dan hancur. Polyplasdon XL-10 juga memiliki beberapa kelebihan lain, yaitu memberikan rasa lembut di mulut, memberikan waktu hancur yang baik, meningkatkan stabilitas tablet, dan tidak membentuk kompleks dengan bahan obat yang bersifat ionik (Ostrava, 2007). Dilakukan penelitian dengan tujuan untuk membandingkan pengaruh kadar Polyplasdon XL-10 (5 %, 7,5 %, dan 10%) terhadap mutu fisik dan disolusi ODT piroksikam serta menentukan kadar optimal Polyplasdon XL-10 untuk memperoleh sediaan dengan mutu fisik dan disolusi obat yang baik dalam rangka pengembangan formulasi ODT selanjutnya. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk membuat ODT, diantaranya freeze drying, moulding, cetak langsung, spray drying, sublimasi, mass extrusion, dan granulasi basah. Pada penelitian ini, menggunakan metode Fluid Bed Granulation yang merupakan perkembangan teknologi dari metode granulasi basah. Metode ini dipilih karena bisa menghasilkan granul yang lebih porus, lebih bebas mengalir, homogen dibandingkan dengan granulasi basah konvensional. Sedangkan, bahan yang digunakan adalah granul piroksikam – manitol - HPMC 2910 3 cps - Tween 80 0,5 % yang dibuat dengan metode Fluid Bed Granulation. Dalam pembuatan digunakan Polyplasdon XL-10 sebagai disintegran dan Magnesium stearat sebagai lubrikan. Massa tablet yang terbentuk dicetak dengan menggunakan punch berdiameter 8 mm menggunakan penekan hidrolik pada tekanan 1/2 ton selama 3 detik. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan ODT, meliputi uji mutu fisik tablet, keseragaman kadar, dan disolusi. Uji mutu fisik meliputi uji kekerasan, uji kerapuhan, dan uji waktu hancur. Dari hasil uji yang diperoleh, kemudian dilakukan analisis data secara statistik dengan metode Analisis Varian ( ANOVA ) jenis rancangan Completely Randomized Design ( CRD ) untuk mengetahui perbednan antar formula; kemudian dilanjutkan dengan uji HSD untuk mengetahui formula yang berbeda bermakna. Berdasarkan pemeriksaan terhadap mutu fisik dan disolusi serta analisis statistik parts masing – masing formula, diketahui bahwa peningkatan disintegran Polyplasdon XL-10 (5%, 7,5% dan 10%) dapat meningkatkan kekerasan tablet dan menurunkan kerapuhan tablet. Sedangkan, dengan peningkatan kadar Polyplasdon XL-l0 sampai kadar 7,5% dapat mempercepat waktu hancur tablet, setelah itu waktu hancur tablet akan semakin lama dengan meningkatnya kadar Polyplasdon XL-10. Namun untuk uji disolusi tidak memberikan perbedaan bermakna baik laju disolusi maupun efisiensi disolusi (ED45) Dari ketiga formula, dipilih formula dengan kadar Polyplasdon XL-10 sebesar 7,5 % sebagai formula yang paling baik. Alasan dipilih formula ini, antara lain tablet yang dihasilkan memiliki kekerasan yang cukup, kerapuhan yang kecil, waktu hancur yang singkat, serta disolusi tablet yang lebih baik dibandingkan dengan formula yang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 218-10 Mir p
Uncontrolled Keywords: PARACETAMOL; TABLETING
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Yaniar Dyah Ayu Mirahanim, 050513191UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Widjaja, Drs., M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorHelmy Yusuf, SSi., M.Sc., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 05 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 06:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8679
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item