PENGARUH KADAR TWEEN 80 TERHADAP MUTU FISIK GRANUL PIROKSIKAM - MANITOL - PVP K-30 YANG DIBUAT DENGAN METODE FLUID BED GRANULATION (Produk Antara Orally Disintegrating Tablet Piroksikam)

Meta Aprilia, 050513411 (2009) PENGARUH KADAR TWEEN 80 TERHADAP MUTU FISIK GRANUL PIROKSIKAM - MANITOL - PVP K-30 YANG DIBUAT DENGAN METODE FLUID BED GRANULATION (Produk Antara Orally Disintegrating Tablet Piroksikam). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-apriliamet-14853-kkbkk-2-p.pdf

Download (875kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kadar Tween 80 terhadap mutu fisik granul piroksikam - manitol – PVP K-30 yang dibuat dengan metode fluid bed granulation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Tween 80 sebagai bahan pembasah terhadap mutu fisik granul piroksikam dengan pengikat PVP K-30 2% dan pengisi manitol yang dibuat dengan metode fluid bed granulation. Fluid bed granulation merupakan salah satu metode baru dalam proses granulasi, dengan menyemprotkan larutan pengikat ke campuran bahan, kemudian mengeringkannya. Metode ini dipilih karena memiliki kelebihan dalam menghasilkan granul dengan mutu fisik yang lebih baik dan kepraktisan proses pembuatan. Piroksikam yang merupakan salah satu obat dari golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs) dengan rentang terapi yang lebar. Piroksikam memiliki fungsi utama untuk pengobatan penyakit sendi, seperti arthritis rematoid, osteoarthritis, spondilitis ankilosoma dan penyakit pirai (Ganiswarna dan Wilmana, 2007). Penyakit – penyakit tersebut sering terjadi pads pars lansia (geriatrik), sehingga piroksikam sesuai untuk dibuat sediaan Orally Disintegrating Tablet untuk memenuhi kebutuhan yang ada di masyarakat (Chang, 2000). Karakteristik piroksikam adalah berupa serbuk yang halus dan memiliki sifat hidrofobik sehingga timbul gaya elektrostatik yang mempengaruhi aliran serbuk sehingga dapat menghambat jalannya proses granulasi dengan Fluid Bed Granulator (FBG). Untuk mengurangi gaya elektrostatik tersebut, maka ditambahkan Tween 80 sebagai pembasah. Pada penelitian ini dibuat 2 formula dengan kadar Tween 80 yang berbeda dalam tiap formula. Untuk formula 1 (F 1) kadar Tween 80 yang digunakan sebesar 0,5%, sedangkan untuk formula 2 (F2) sebesar 1%. Tiap formula memiliki komposisi 10 mg piroksikam, 110 mg manitol, 10 mg Avicel PH 101, dan 2,7 mg PVP K-30. Sebelum proses pembuatan granul, dilakukan optimasi kondisi dari FBG yang digunakan. Kondisi optimal FBG untuk proses pembuatan granul piroksikam – manitol – PVP K-30 ini adalah suhu inlet sebesar 60°C, tekanan udara spray nozzle sebesar 1,2 bar, tekanan fluidisasi sebesar 0,6 bar, laju penyemprotan larutan bahan pengikat adalah 2 mL/menit, lama pengeringan pads proses adalah 2 menit, lama pengeringan pada proses akhir adalah 3 menit, serta interval waktu pembersihan filter adalah 1,5 detik. Granul yang dihasilkan kemudian dilakukan pemeriksaan fisik meliputi kecepatan alir dan sudut diam, distribusi ukuran partikel, kandungan lengas, dan berat jenis granul, serta dilakukan pula pemeriksaan kompaktibilitas granul dan keseragaman kadar piroksikam dalam granul. Dari hasil pemeriksaan kecepatan alir dan sudut diam granul diketahui bahwa kecepatan alir pada F1 dan F2 adalah sebesar 15,15 g/dtk dan 15,98 g/dtk, sedangkan harga sudut diam yang dihasilkan F1 dan F2 adalah sebesar 29,54° dan 29,54°. Jumlah .fines granul pada Fl dan F2 sebesar 34,8% dan 30,3%. Kandungan lengas pada F1 dan F2 sebesar 0,60% dan 0,67%. Dari hasil pemeriksaan berat jenis granul diperoleh harga kompresibilitas granul F1 clan F2 sebesar 12,50% dan 11,59%, serta harga porositas granul Fl dan F2 sebesar 67,21% dan 68,58%. Pemeriksaan kompaktibilitas granul menggunakan tekanan tabletasi 0,5 ton memberikan hasil F 1: 3,65 kP dan F2: 3,02 kP, sedangkan dengan tekanan tabletasi 1 ton memberikan hasil F1: 4,27 kP dan F2: 3,61 kP. Hasil pemeriksaan keseragaman kadar piroksikam dalam granul diperoleh kadar piroksikam untuk F l : 3,65 % dan F2: 7,25 % , dengan simpangan baku relatif (SBR) untuk Fl: 6,14 % dan F2: 2,08 %. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan metode Independent Samples T-test dengan menggunakan program SPSS versi 15.0, dengan derajat kepercayaan 0,95 (a = 0,05). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan kadar Tween 80 dari 0,5% menjadi 1% memberikan perbedaan yang bermakna pada berat jenis benar, porositas granul, kompaktibilitas granul dan kadar piroksikam dalam granul. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kadar Tween 80 (0,5% clan 1%) memberikan pengaruh pada nrutu fisik granul dan perolehan kembali kadar piroksikam dalam granul. Pengaruh yang diberikan adalah meningkatkan berat jenis benar granul, meningkatkan porositas granul, menurunkan kompaktibilitas granul, serta meningkatkan kadar piroksikam yang terkandung dalam granul. Selain itu, penggunaan Tween 80 sebesar 1% memberikan hasil yang lebih baik terhadap mutu fisik granul dan perolehan kembali kadar piroksikam dalam granul.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 216-10 Apr p
Uncontrolled Keywords: TABLETTING; GRANNULATION; PIROXICAM
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Meta Aprilia, 050513411UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Widjaja, Drs., M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorDewi Isadiartuti, Dra., Apt.,UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 05 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 06:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8681
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item