PROFIL PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR

Yuyun Nailufa, 050513396 (2009) PROFIL PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-nailufayuy-14873-kkbkk-2-p.pdf

Download (830kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas KesehatanKabupaten/Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakanpembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (DepKes. R.L, 2007). Untuk melakukan kesehatan yang optimal Puskesmas ditunjang dengan pengadaan obat- obatan, dimana obat- obatan merupakan fasilitas kesehatan yang harus diperhatikan. Dan yang bertanggung jawab menjalankan tugas tersebut adalah Apoteker. Apoteker atau farmasis adalah "seseorang ahli yang menyediakan informasi tentang obat kepada tenaga profesional kesehatan dan kepada publik (masyarakat luas) (Scoot,2000)". Dalam hal ini obat sebagai salah satu perbekalan farmasi perlu adanya pengendalian pengadaan dan distribusi sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya dalam melayani kebutuhan obat. Obat sebagai salah satu unsur yang penting dalam upaya kesehatan, mulai dari upaya penin • katan kesehatan, pencegahan, diagnosis, pengobatan dan pemulihan hares diusahakan agar selalu tersedia pads saat dibutuhkan (DepKes RI, 2005). Pengertian ketersediaan obat sesuai kebutuhan adalah obat yang digunakan untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas harus sesuai dengan populasi berarti jumlah (kuantum) obat yang tersedia di gudang minimal harus sama dengan jumlah kebutuhan obat yang seharusnya tersedia (DepKes RI, 2003). Perhitungan jumlah kebutuhan obat di unit pelayanan kesehatan dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode konsumsi dan metode epidemiologi. Metode konsumsi didasarkan kepada analisa data penggunaan obat sebelumnya, sedangkan metode epidemiologi didasarkan kepada frekuensi penyakit atau jumlah penduduk yang dilayani dan pengobatan yang digunakan (DepKes RI 1991). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan obat di puskesmas wilayah Surabaya Timur yang meliputi aspek penggolongan obat berdasarkan nama dagang dan nama generik, penggolongan obat berdasarkan kelas terapi dan penggolongan obat berdasarkan bentuk sediaan obat. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi Puskesmas berkaitan dengan efisiensi pengadaan obat sesuai kebutuhan masyarakat_ Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilakukan di puskesmas wilayah Surabaya Timur, cara pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh yaitu seluruh puskesmas dijadikan sampel penelitian. Sedangkan data yang diteliti adalah resep yang dilayani di Puskesmas Wilayah Surabaya Timur. Cara pengambilan data yaitu dengan pencatatan resep tersebut. Resep yang diteliti adalah lembar resep periode Januari- Maret 2009 di puskesmas tersebut. Dari resep tersebut dapat menggambarkan profil penggunaan obat di Pukesmas Wilayah Surabaya Timur. Hasil penelitian ini yaitu Penggunaan obat di puskesmas wilayah Surabaya timur yang paling banyak adalah penggunaan obat generik yaitu 88,14% sedangkan penggunaaan obat dagang sebanyak 11,86% Hal ini telah sesuai dengan program puskesmas yaitu obat yang tersedia di puskesmas adalah obat generik. Dan penggunaan obat dengan nama dagang masih ada dikarenakan pads scat penggunaan, obat dengan nama generik sedang kosong atau memang belum tersedia obat dengan llama generik di puskesmas. Bentuk sediaan obat yang paling banyak digunakan adalah tablet 59,20%, serbuk 17,80% dan sirup 13,06%. Bentuk sediaan tablet banyak digunakan karena obat yang banyak disediakan di puskesmas adalah obat generik dan obat generik kebanyakan berbentuk tablet. Bentuk sediaan serbuk yang banyak adalah dari sediaan racikan karena sediaan serbuk lebih aseptabel untuk pasien bayi dan anak¬anak. Sedangkan penggolongan kelas terapi terbanyak di puskesmas untuk anti inflamasi 29,54%, vitamin 21,36% dan anti mikroba 13,93%. Penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut sehingga diperoleh gambaran profil penggunaan obat yang lebih terperinci sebagai upaya peningkatan kesehatan yang lebih optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 227-10 Nai p
Uncontrolled Keywords: DRUGS
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Yuyun Nailufa, 050513396UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUmi Athijah, Dr. Hj., MS, AptUNSPECIFIED
ContributorEkarina Ratna Himawati, MKes, AptUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 05 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 08:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8693
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item