STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Andriana Lestari Asih, 050513194 (2009) STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-asihandria-14942-kkbkk-2-s.pdf

Download (790kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Pada umumnya wanita lebih sering mengalami ISK daripada pria, hal ini karena uretra wanita lebih pendek daripada pria. Pria memiliki panjang uretra sekitar 18 — 20 cm yang secara normal bebas dari mikroorganisme. Uretra wanita hanya memiliki panjang sekitar 2,5 — 3 cm dan dekat dengan anal dan vagina yang banyak rnengandung flora normal seperti bakteri enterics, neisseria, mycobacteria, gram negatif, anaerob, candida ,dan mikroba lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola penggunaan antibiotika pada pasien dengan kasus infeksi saluran kemih di RS. Saiful Anwar Malang, menyangkut jenis antibiotika yang digunakan, dosis yang diberikan, rute pemberian, lama pemberian, waktu pemberian, rnengkaji hubungan terapi antibiotika yang diberikan dengan data klinik dan data laboratorium, dan mengidentifikasi problem terkait obat. Infeksi saluran kemih ditandai dengan adanya bakteriuria dengan jumlah yang s gnifikan yaitu lebih dari 105/ml urin, kemudian juga ditandai dengan adanya piuria, proteinuria, dan hematuria. Bakteri penyebab infeksi saluran kemih kebanyakan berasal dari anal seperti Eschericia coli, Proteus sp., Klebsiella sp., Serratia, ISK dengan gejala tertentu seharusnya diterapi dengan antibiotika. Idealnya tempi ISK yang diberikan_ seharusnya rnemiliki toksisitas minimal, harga terjangkau untuk membasmi bakteri selama periode waktu tertentu yang cukup. Spektr un antibiotika harus bisa mengeradikasi bakteri yang menginfeksi dan secara minimal tidak mengganggu flora normal uses maupun flora normal perineal. Suksesnya terapi antibiotika tergantung pada kadar hambat minimal (KHM) antibiotika tersebut yang bekerja pada bakteri di urin, bukan di plasma atau j aringan. Selain itu pada pasien yang mengalami gangguan saluran cerna diberikan rute intravena, dan pada pasien yang tidak mengalami gangguan rute per oral lebih banyak dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profl pasien ISK menunjukkan 9 pasien laid — laid (27,27%) dan 24 pasien perempuan (72,73%). Penggunaan antibiotika yang paling banyak adalah siprofloksasin (63,64%) dan seftriakson yang merupakan sefalosporin generasi ketiga (33,33%). Penggunaan antibiotika lainnya yaitu amoksisilin (9,09%), sefalosporin generasi 3 lainnya yaitu seftazidim, sefoperazone, sefuroksim, sefotaksim (21, 21%), gentamisin (3,03%), vankomisin (3,03%), fosfomisin (9,09%), meropenem (3,03%), metronidazole (6,06%), kloramfenikol (6,06%), asam pipemidik (6,06%), dan sulfonamida (kombinasi trimetorirn) (6,06%).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 328-10 Asi s
Uncontrolled Keywords: URINARY TRACT INFECTIONS; ANTIBIOTICS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Andriana Lestari Asih, 050513194UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSumarno, Drs., Apt., Sp. FRSUNSPECIFIED
ContributorToetik Aryani, Dra., Apt., M.SiUNSPECIFIED
ContributorHelmie Bafadal, Drs., Apt., MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 09 Apr 2011 12:00
Last Modified: 12 Jul 2016 02:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8699
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item