KARAKTERISTIK SEDIAAN DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SISTEM NIOSOM DENGAN BASIS GEL CARBOMER 940 (Sistesn Niosom Natrium Diklofenak - Span 20 - Kolesterol dengan Perbandingan Molar 1 : 4,5 : 4,5)

Yulia Anggraeni, 050513216 (2009) KARAKTERISTIK SEDIAAN DAN PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SISTEM NIOSOM DENGAN BASIS GEL CARBOMER 940 (Sistesn Niosom Natrium Diklofenak - Span 20 - Kolesterol dengan Perbandingan Molar 1 : 4,5 : 4,5). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-anggraeniy-14943-kkbkk-2-k.pdf

Download (915kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Natrium diklofenak merupakan suatu golongan obat antiinflamasi non steroid, jika diberikan peroral dapat menyebabkan iritasi lambung dan mengalami first past metabolism, sehingga hanya 50% obat yang mencapai sirkulasi sistemik, pada kadar terapetik, 99% terikat protein plasma. Waktu paruhnya dalam plasma 1 sampai 2 jam. Pada pemakaian injeksi intramuscular menyebabkan nyeri, kerusakan jaringan pada tempat injeksi.Pada pemakaian suppositoria, diklofenak dapat menyebabkan iritasi lokal. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah membuat sediaan topikal semisolid dari natrium diklofenak yaitu dalam bentuk sediaan gel dengan basis Carbomer 940. Natrium diklofenak bersifat lipofil dan koefisien partisi 13,4 (Florey, 1990). Sifat tersebut dapat mengakibatkan distribusi bahan obat kurang merata dalam basis gel. Hal tersebut akan mengakibatkan pelepasan bahan obat dan basisnya kurang optimal. Salah satu alternatif dalam mengatasi masalah tersebut adalah dibentuk dalam sistem niosom. Niosom merupakan vesikel unilamelar atau multilamelar, yang terbentuk dari surfaktan non ionik dengan kolesterol sebagai penstabil. Surfaktan non ionik (Span 20) sebagai pembentuk niosom memiliki sifat ampifil, sehingga berfungsi sebagai pembawa bahan obat, baik yang bersifat lipofilik maupun hidrofil. Niosom merupakan kantong yang menyelubungi bahan obat sehingga difusi dalam basis lebih baik dan pelepasan bahan obat dari basis. Niosom merupakan sistem vesikel yang dapat digunakan sebagai pembawa obat ampifilik dan lipofilik yang dibentuk dari surfaktan nonionik dan distabilkan oleh kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan (organoleptis dan pH) gel natrium diklofenak dalam sistem niosom dengan perbandingan molar natrium diklofenak-Span 20-kolesterol 1:4,5:4,5 dalam basis gel Carbomer 940 dan untuk menentukan laju pelepasan (fluks) natrium diklofenak dalam sistem niosom dengan perbandingan molar natrium diklofenak-Span 20-kolesterol 1:4,5:4,5 dari basis gel Carbomer 940. Pada penelitian ini dibuat sediaan natrium diklofenak dengan konsentrasi 1% dalam sistem niosom dengan basis gel Carbomer 940. Formula I merupakan sediaan gel natrium diklofenak dengan campuran fisik Span 20 dan kolesterol tanpa dibentuk sistem niosom dalam basis gel Carbomer 940 yang digunakan sebagai kontrol. Formula II merupakan sediaan gel natrium diklofenak dalam sistem niosom dengan basis gel Carbomer 940. Dari uji homogenitas dihasilkan % recovery untuk formula I adalah 94,96 dengan SD sebesar 0,68 dan nilai % KV 0,72. Sedangkan dari formula II dihasilkan %recovery 90,07 dengan SD sebesar 0,42 dan nilai %KV 0,46. Kedua formula memiliki nilai % KV < 6. Dari hasil tersebut dapat kita simpulkan formula I dan formula II memiliki konsentrasi natrium diklofenak yang homogen. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji karakteristik sediaan dan uji pelepasan natrium diklofenak. Uji karakteristik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis (tekstur, warna dan bau) dan uji pH. Uji pelepasan dilakukan dengan menggunakan sel difusi dan membran selofan. Media yang digunakan yaitu larutan dapar fosfat pH 7,4 ± 0,05 dengan suhu percobaan 37 ± 0,5 °C. Penentuan kadar natrium diklofenak dilakukan dengan mengukur serapan menggunakan Spectrophotometer UV VHS pada panjang gelombang maksimum natrium diklofenak yaitu 275 nm, kemudian ditentukan hargafluksnya. Dari hasil uji organoleptis didapatkan sediaan niosom natrium diklofenak memiliki bentuk setengah padat, cukup kental, lembut, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau khas. Pada pengukuran pH rata-rata dari tiga replikasi ± SD formula I dan formula II masing-masing sebesar 7,11 ± 0,07 dan 6,27 ± 0,07. Dan hasil uji pelepasan natrium diklofenak dari basis gel diperoleh inks rata-rata dari tiga replikasi ± SD formula I dan formula II masing-masing sebesar 77,759 ± 7,3429 dan 64,437 ± 3,2657. Dari nilai pH dan finks rata-rata dari kedua formula dilakukan analisis statistik dengan menggunakan independent-samples t Test untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang bermakna pada nilai pH dan finks dari masing-masing replikasi pada tiap formula. Hasil dari uji statistik pH rata-rata kedua formula didapatkan nilai t hitung (12,167) lebih besar dibandingkan dengan t tabel (2,776). Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada pH kedua formula. Sedangkan hasil dari uji statistikfluks rata-rata kedua formula didapatkan nilai t hitung (3,303) lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel (2,776). Dengan demikian dapat kita simpulkan terdapat perbedaan yang bermakna pada fluks kedua formula.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 327-10 Ang k
Uncontrolled Keywords: PHARMACOLOGY; DICLOFENAC
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Yulia Anggraeni, 050513216UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEsti Hendradi, Dra.Hj., Apt., M.Si., Ph.D.UNSPECIFIED
ContributorTutiek Purwanti, Dra., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 09 Apr 2011 12:00
Last Modified: 12 Jul 2016 02:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8700
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item