PENGARUH GLISERIN SEBAGAI KOSOLVEN TERHADAP KELARUTAN INDOMETASIN

Eko Kristanto, 050513384 (2009) PENGARUH GLISERIN SEBAGAI KOSOLVEN TERHADAP KELARUTAN INDOMETASIN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-kristantoe-14948-kkbkk-2-p.pdf

Download (634kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indometasin merupakan obat golongan anti inflamasi non steroid yang praktis tidak larut dalam air sehingga menyebabkan keterbatasan dalam pembuatan sediaan parenteral yang sebagian besar berada dalam bentuk larutan (true solution). Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kelarutan adalah dengan penggunaan sistem kosolven. Kosolven yang dapat dipakai dalam sediaan parenteral diantaranya adalah gliserin. Gliserin merupakan pelarut organik yang mempunyai gugus poliol yang mampu meningkatkan kelarutan bahan obat dalam air. Faktor yang hams diperhatikan dalam kelarutan, diantaranya adalah harga pKa obat dan pH sistem. Dengan menggunakan persamaan Henderson-Hasselbalch, dan mengetahui harga pKa obat dan pH sistem maka dapat diprediksi jumlah yang terion dan tak terion. Pada pH basa, indometasin yang merupakan asam lemah dengan harga pKa 4,5 akan lebih banyak berada dalam bentuk terion daripada bentuk tak terion, sehingga kelarutan dalam air lebih besar daripada kelarutan dalam pH asam. Maka dalam penelitian ini dilakukan penentuan kelarutan indometasin dalam kosolven gliserin-air dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% (% b/v) dalam dapar asetat 0,01 M dengan pH 5,0 dan dalam dapar fosfat 0,01 M dengan pH 6,0; dan pH 7,0 pada suhu 37 ± 0,5°C. Kadar indometasin terlarut diamati dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penentuan kelamtan indometasin dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu penentuan panjang gelombang maksimum, dan pembuatan kurva baku indometasin pada masing-masing pelarut, dan waktu tercapainya kelarutan jenuh indometasin. Dari profil kelarutan indometasin diperoleh hasil bahwa kelarutan indometasin meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi gliserin dan pH. Sedangkan berdasarkan metode analisis model log linear diperoleh hasil bahwa kekuatan solubilisasi gliserin menurun seiring dengan kenaikan pH. Pengaruh terbesar penambahan gliserin sebagai kosolven terhadap kelarutan indometasin terjadi pada pH 5,0.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 322-10 Kri p
Uncontrolled Keywords: GLYCERIN; INDOMETHACIN
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Eko Kristanto, 050513384UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDewi Isadiartuti, Dra., Apt., M.SiUNSPECIFIED
ContributorNoorma Rosita, Dra., Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 09 Apr 2011 12:00
Last Modified: 12 Jul 2016 03:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8705
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item