STUDI FITOREMEDIASI DAN RESPON KULTUR AKAR Ipomoea aquatica Forsk. TERHADAP Cu2+

Pissa Christanti, 050513312 (2009) STUDI FITOREMEDIASI DAN RESPON KULTUR AKAR Ipomoea aquatica Forsk. TERHADAP Cu2+. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-christanti-14949-kkbkk-2-s.pdf

Download (615kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu upaya membersihkan kontaminan yang berada di lingkungan. Salah satu kontaminan tersebut adalah logam berat misalnya Cu. Logam berat secara alamiah berada di alam pada jumlah yang kecil, namun jika berada dalam jumlah yang besar maka dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Untuk mengetahui kemampuan suatu tanaman dalam membersihkan logam berat dari lingkungan dapat dilakukan suatu studi melalui kultur jaringan tanaman dimana kondisi lingkungan tempat tumbuh dapat diatur. Selain itu, melalui studi fitoremediasi ini juga dapat diketahui mengenai sifat hiperakumulator dari tanaman tersebut. Adanya penelitian pendahuluan mengenai kemampuan Ipomoea aquatica Forsk. dalam membersihkan kontaminan logam berat Cu maka dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kemampuan fitoremediasi dan respon Ipomoea aquatica Forsk. akibat terpapar dengan logam Cu secara kultur jaringan dengan menggunakan akar. Kultur akar Ipomoea aquatica Forsk. ditanam dalam media Murashige-Skoog dengan modifikasi penambahan Indole-butyric acid 3 mg/L (IBA 3) dan diperbanyak dengan cara subkultur secara aseptis. Media perlakuan dibuat dengan 3 konsentrasi yaitu 5,0 mg/L; 10 mg/L dan 20 mg/L. Kultur akar ditanam pads masing-masing media perlakuan tersebut, diinkubasi pada suhu 25 °C selama 2 minggu kemudian dipanen dengan cara dikeluarkan dan dibersihkan dari media, dikeringkan di bawah lampu dengan suhu 40 °C selama 1 minggu. Berdasarkan basil penelitian menunjukkan bahwa Ipomoea aquatica Forsk. mampu menyerap logam Cu pada media perlakuan Cu 5 mg/L, 10 mg/L dan 20 mg/L berturut-turut adalah 327,06 pg/g BK (0,033 % b/b BK); 424,62 gg/g BK (0,042 % b/b BK) dan 1964,12 µg/g BK (0,196 % b/b BK) dan merupakan tanaman hiperakumulator karena mampu mengakumulasikan hingga 0,1 % b/b BK biomassa. Dan respon yang ditunjukkan adalah adanya penurunan indeks pertumbuhan kultur akar Ipomoea aquatica Forsk. dalam masing-masing kelompok perlakuan pads tiap pasasi, penurunan pH media akhir dan penurunan % brix media akhir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 321-10 Chr s
Uncontrolled Keywords: MEDICINAL PLANTS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
S Agriculture
S Agriculture > SB Plant culture
S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Pissa Christanti, 050513312UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunawan Indrayanto, Prof. Dr. , Apt.UNSPECIFIED
ContributorSugijanto, Prof. Dr. , M.S., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 09 Apr 2011 12:00
Last Modified: 11 Jul 2016 05:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8706
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item