STUDI PROFIL KLT-DENSITOMETRI METABOLIT FUNGSI ENDOFIT spergillus penicillioides (AGO B) DARI Aglaia odorata Lour.

Dwi Agustiningsih, 050112385 (2006) STUDI PROFIL KLT-DENSITOMETRI METABOLIT FUNGSI ENDOFIT spergillus penicillioides (AGO B) DARI Aglaia odorata Lour. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2006-agustining-1541-ff5006-k.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-agustining-1541-ff50_06-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fungi yang hidup dalam jaringan tanaman tanpa menyebabkan penyakit disebut endofit (Bills, 1996). Penelitian membuktikan bahwa fungi endofit meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kondisi yang buruk, membantu produksi fitohormon, enzim dan bahan obat (Azevedo et al., 2000). Tanaman Aglaia odorata Lour. dimanfaatkan untuk pengobatan perut kembung, batuk, pusing, memar, bau badan, diare, sukar menelan, bisul, dan mempercepat persalinan (Anonim, 2004). Jaringan tanaman Aglaia odorata Lour. ternyata juga diinfeksi oleh fungi endofit, salah satunya adalah Aspergillus penicillioides.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui profil KLT¬Densitometri metabolit sekunder fungi endofit Aspergillus penicilliokes dalam tanaman Aglaia odorata Lour., dan untuk dapat mengetahui profil tersebut, dilakukan analisis KLT-Densitometri terhadap ekstrak fungi endofit Aspergillus penicillioides.Perbanyakan fungi endofit dilakukan pada media cair Potato Dextrose. Perbanyakan ini dimulai dari penanaman miselia bibit induk ke media Potato Dextrose Agar (PDA) miring, selanjutnya dipindahkan ke dalam media cair Potato Dextrose dalam botol kultur sebanyak 50 ml. Kultur fungi endofit tersebut diinkubasi pada suhu kamar (28-31° C) selama 30 hari. Pada penelitian ini juga dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhan fungi endofit dengan mengukur berat miselia kering pada waktu tertentu. Kultur fungi endofit yang telah berumur 30 hari selanjutnya dipanen dengan cara penyaringan, sehingga didapatkan filtrat (media cair) dan biomasa (miselia). Filtrat (media) diekstraksi dengan etil asetat setengah volume filtrat yang diekstraksi. Ekstraksi tersebut dilakukan 3x1 jam dan fase etil asetat yang diperoleh dikeringkan. Biomasa (miselia diekstraksi dengan cara merendamnya dengan metanol 80% v/v kemudian diultrasonik selama 15 menit dan dikocok pada Rotary Shaker selama 5 menit serta disaring. Ekstraksi ini dilakukan sebanyak tiga kali. Biomasa selanjutnya diekstraksi dengan diklorometana dengan cara perendaman dan penyaringan yang diulangi sebanyak tiga kali. Masing-masing fase me anol dan fase diklorometana selanjutnya dikeringkan. Ekstrak etil asetat dan metanol masing-masing ditotolkan sebanyak 2-10 µL dan dieluasi dengan eluen etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1) v/v; n-heksana : etil asetat (2 : 8) v/v; etil asetat : metanol (7 : 3) v/v. Sedangkan ekstrak diklorometana yang ditotolkan pada pelat kieselgel 60F254 dieluasi dengan n-heksana : etil asetat (8 :2) v/v. Pengamatan terhadap noda-nodanya dilakukan dengan sinar UV, anisaldehid¬asam sulfat, vanilin-asam sulfat, Dragendorff, ninhidrin, dan cerri-asam sulfat. Pemakaian penampak noda anisaldehid-asam sulfat, vanilin-asam sulfat, ninhidrin, dan ceri-asam sulfat dilanjutkan dengan pemanasan pada 100° C selama 10 menit. Pada penelitian ini juga dilakukan pengamatan terhadap profil Densitometri terhadap hasil KLT masing-masing ekstrak tersebut. Harga Rf noda-noda yang dihasilkan dari KLT terhadap ekstrak etil asetat media dengan eluen etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1) v/v relatif lebih besar (0,12-0,90) daripada Rf noda hasil KLT terhadap ekstrak etil asetat dengan eluen n-heksana : etil asetat (2 : 8) v/v, yaitu 0,08-0,88. Senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat media dan ekstrak metanol biomasa relatif lebih polar daripada senyawa yang terkandung dalam ekstrak diklorometana biomasa. Hal ini ditunjukkan oleh harga Rf noda hasil KLT ekstrak diklorometana yang besar bila dieluasi dengan eluen nonpolar, n-heksana : etil asetat (8 : 2) v/v. Disarankan dilakukan optimasi media dan kondisi pertumbuhan fungi endof it tersebut. Selain itu, perlu dilakukan fraksinasi ekstrak, optimasi eluen dan kondisi eluasi, sehingga didapatkan pemisahan noda-noda yang yang lebih baik dan mempermudah analisis lebih lanjut terhadap metabolitnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 50/06 Agu s
Uncontrolled Keywords: METABOLITE, MELIACEAE
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Dwi Agustiningsih, 050112385UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunawan Indrayanto, ---UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 31 Jul 2006 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 16:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8708
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item