METODE MANTEL HAENSZEL UNTUK MENGANALISIS HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA

NIENDA MUSTIKA WAHYUNING TYAS, 101511133146 (2019) METODE MANTEL HAENSZEL UNTUK MENGANALISIS HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FKM 177 19 Tya m.pdf

Download (22kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFATR PUSTAKA FKM 177 19 Tya m.pdf

Download (82kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI FKM 177 19 Tya m.pdf

Download (74kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT FKM 177 19 Tya m.pdf
Restricted to Registered users only until 19 September 2023.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyebab utama kematian pada anak yang berusia kurang dari lima tahun. Ada beberapa faktor penyebab penyakit ISPA yaitu fakto individu balita, faktor lingkungan dan faktor sosiodemografi. Faktor usia dan jenis kelamin selain menjadi fakto risiko terjadinya penyakit ISPA juga merupakan faktor risiko terjadinya status gizi kurang sehingga dapat menjadi faktor confounding. Variabel confounding (perancu) merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi hubungan antara dua variabel lain (independen dan dependen). Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan variabel confounding salah satunya dengan mengunakan metode Mantel Haenszel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional dan menggunakan jenis rancang bangun penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini balita yang berkunjung di Puskesmas Mulyorejo pada bulan Januari hingga Desember tahun 2017. Sampel penelitian sebanyak 173 balita yang diambil dengan sistem simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data sekunder berupa data rekam medis Balita. Data sekunder diperoleh secara langsung dari bagian rekam medis Puskesmas Mulyorejo. Hasil analisis statifikasi dengan metode Mantel Haenszel pada penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA berdasarkan usia balita memiliki nilai OR kasar sebesar 22,96; OR strata 1(1-12 bulan) sebesar 11,57; OR strata 2(13-36 bulan) sebesar 21,37; OR strata 3(37-59 bulan) sebesar 21,96; OR Mantel Haenszel sebesar 23,16. Hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA berdasarkan jenis kelamin balita memiliki nilai OR kasar sebesar 22,96; OR strata 1(laki-laki) sebesar 39,68; OR strata 2(perempuan) sebesar 9,40 ; OR Mantel Haenszel sebesar 21,89. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia dan jenis kelamin bukan variabel counfounding yang dapat mempengaruhi hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA karena OR kasar dan OR Mantel Haenszel memiliki selisi kurang dari 10% dan terdapat interaksi antar strata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 177/19 Tya m
Uncontrolled Keywords: variabel confounding , ISPA, analisis stratifiksi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA638 Immunity and immunization in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NIENDA MUSTIKA WAHYUNING TYAS, 101511133146UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRachmah Indawati, 196605251993032002UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 19 Sep 2019 10:59
Last Modified: 19 Sep 2019 11:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/87099
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item