PENGARUH KADAR PEG 6000 TERHADAP LAJU DISOLUSI SKOPOLETIN DALAM DISPERSI PADAT EKSTRAK MENGKUDU - PEG 6000

YOVI YONATAN, 050112401 (2006) PENGARUH KADAR PEG 6000 TERHADAP LAJU DISOLUSI SKOPOLETIN DALAM DISPERSI PADAT EKSTRAK MENGKUDU - PEG 6000. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-yonatanyov-1670-ff4306-k.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-yonatanyov-1670-ff43_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skopoletin merupakan salah satu senyawa yang terkandung dalam buah mengkudu (Morinda ciirifolia L.) yang berkhasiat sebagai antihipertensi, antiinflamasi, hepatoprotektor dan antialergi (Sjabana dan Bahalwan, 2002). Ekstrak dari buah mengkudu ini dapat dikembangkan menjadi sediaan tablet atau kapsul. Skopoletin merupakan derivat hidroksikumarin, termasuk golongan senyawa fermi yang memiliki sifat sukar larut dalam air (Budavari, 1996). I lal ini menyebabkan laju disolusi skopoletin dalam saluran cerna rendah sehingga bioavailabiltasnya rendah. Salah satu usaha untuk memperbaiki laju disolusi bahan obat sukar larut dalam air adalah dengan membentuk sistem dispersi padat dengan pembawa yang mudah larut dalam air misalnya PEG 6000. PEG 6000 merupakan polimer semi polar yang memudahkan terjadinya solubilisasi dan pembasahan, dapat bercampur dengan ekstrak, larut dalam air, aman, tidak toksik dan tidak mengiritasi (Wade dan Weller, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan laju disolusi skopoletin dalam ekstrak mengkudu dengan pembentukkan dispersi padat ekstrak mengkudu - PEG 6000. Dibuat sistem dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 dengan perbandingan 4 : 1 dan 4 : 2 kemudian diamati laju disolusi skopoletin dan dibandingkan dengan laju disolusi skopoletin dalam ekstrak mengkudu tanpa PEG 6000. Metode pembuatan dispersi padat adalah metode pelarutan dan peleburan. Pada awal penelitian dilakukan penetapan kadar skopoletin dalam ekstrak mengkudu yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %. Metode penetapan kadar yang digunakan adalah metode KI, I'-Densitometri dengan fase diam Silika Gel GF 254 dan fase gerak Eter-Toluen-Asarn Asetat 10 % (55 : 45 : 0,8). Analisis dilakukan dengan Densitometer pads panjang gelombang 343 nm. Diperoleh basil kadar skopoletin dalam ekstrak mengkudu sebesar 0,140 ± 0,002 %. Penetapan kadar skopoletin dalam dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 juga dilakukan dengan metode yang sama. Diperoleh kadar skopoletin dalam dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 (4 : 1) sebesar 0,103 ± 0,004 %, dalam dispersi padat ekstrak mengkudu-PEG 6000 (4 : 2) sebesar 0,068 ± 0,002 % dan dalam ekstrak mengkudu tanpa PEG 6000 sebesar 0,123 ± 0,001 %. Laju disolusi skopoletin dalam dispersi padat ditentukan dengan alai uji disolusi Erweka DT 700 dengan metode dayung. Media disolusi yang digunakan adalah air pads suhu 37 ± 0,5 °C dan diaduk dengan kecepatan 100 rpm. Cuplikan diambil pads menit ke-5, 10, 20 dan 30 kemudian dianalisis dengan metode KLT¬Densitometri pads kondisi yang sama dengan penetapan kadar skopoletin dalam ekstrak mengkudu. Dihitung persentase skopoletin terlarut dan dibuat profit disolusinya. Dari profil disolusi ditentukan nilai Efisiensi Disolusi pads menit ke-30 (ED;,,). Diperoleh nilai EDj„ pada dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 (4 : 1) sebesar 86,15 %, pada dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 (4 : 2) sebesar 87,92 % dan pada ekstrak mengkudu tanpa PEG 6000 sebesar 78,93 %. Dan analisis statistik ED3o dengan metode anova satu arah pads a --0,05 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna nilai ED3, di antara ketiga kelompok perlakuan. Dari basil uji HSD dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna nilai ED3o antara dispersi padat ekstrak mengkudu - PEG 6000 dengan ekstrak mengkudu tanpa PEG 6000 dan tidak ada perbedaan bermakna nilai ED30 antara dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 (4 : 1) dengan dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 (4 : 2). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PEG 6000 dalam dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 dapat meningkatkan laju disolusi skopoletin dalam ekstrak mengkudu namun peningkatan kadar PEG 6000 dalam dispersi padat ekstrak mengkudu – PEG 6000 tidak meningkatkan laju disolusi skopoletin dalam ekstrak mengkudu secara bermakna. Dalam dispersi padat ekstrak mengkudu - PEG 6000 akan terbentuk partikel-pertikel halos skopoletin yang terdispersi secara merata dalam matriks PEG 6000 sehingga memudahkan terjadinya pembasahan partikel-partikel skopoletin dan meningkatkan kelarutannya. Dapat diketahui juga bahwa tanpa dibuat sistem dispersi padat pun, laju disolusi skopoletin dalam ekstrak mengkudu menunjukkan basil yang baik sehingga untuk pengembangan formula tidak perlu dibuat sistem dispersi padat. Ekstrak mengkudu yang dikeringkan dengan avicel PH 102 dapat dikembangkan untuk sediaan tablet atau kapsul.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.43/06 Yon p
Uncontrolled Keywords: RUBIACEAE; PHENOL
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
YOVI YONATAN, 050112401UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAchmad Dyatmiko Wahjo Radjaram, Dr. , AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 09:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8711
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item