EFEK ANTIMALARIA FRAKSI METANOL (F5M) KULIT BATANG ARTOCARPUS CHAMPEDEN SPRENG TERHADAP PERTUMBUHAN PLASMODIUM BERGHEI IN VIVO

SUSI ERNAWATI, 050110046 (2006) EFEK ANTIMALARIA FRAKSI METANOL (F5M) KULIT BATANG ARTOCARPUS CHAMPEDEN SPRENG TERHADAP PERTUMBUHAN PLASMODIUM BERGHEI IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ernawatisu-1671-ff4406-k.pdf

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ernawatisu-1671-ff44_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria adalah penyebab penyakit infeksi parasit utama di dtmia yang mengenai hampir 300 juta orang dan 1 sampai dengan 1,5 juta orang meninggal tiap tahunnya. Upaya pemberantasan terhadap penyakit malaria sudah lama dilakukan, namun sampai saat ini belum berhasil baik. Pemberantasan penyakit ini telah banyak dilakukan baik dengan obat antimalaria sintesis maupun bahan alam. Sampai saat ini kina masih dikenal sebagai obat untuk melumpuhkan penyakit malaria. Bahkan obat buatan pabrik yang mirip kina pun sudah banyak diproduksi tetapi bahaya dan efek samping yang ditimbulkan tidak dapat dihindari (Dzulkarnain, B., 1998). Oleh karena itu usaha penelitian dan pengembangan obat bare untuk mengatasi malaria terus dilakukan. Cempedak ( Artocarpus champeden Spreng.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga Moraceae. Kulit batang cempedak mengandung senyawa flavonoid, triterpen, sterol dan senyawa barn yang diberi nama siklocampedol. Beberapa diantaranya yaitu senyawa flavonoid dan terpenoid telah diketahui memiliki aktivitas antimalaria secara in vitro. Dalam penelitian ini digunakan mencit BALB/c jantan dan diinfeksi dengan Plasmodium berghei. Bahan uji yang digunakan adalah fraksi metanol (F5M) kulit batang cempedak A. champeden Spreng. Pemilihan fraksi metanol (F5M) ini berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh kharismawati bahwa fraksi (F5M) ini mempunyai aktivitas antimalaria. Fraksi tersebut kemudian dibuat larutan uji dengan dosis 10; 1; 0,1; 0,01; 0,001 0,0001 dan 0,00001 mg/kg BB mencit. Larutan uji ini diberikan secara intraperitoneal. Sebagai kontrol positif adalah klorokuin diphosphat 2 mg/kg BB mencit, dan sebagai kontrol negatif adalah DMSO. Masing¬masing larutan uji diberikan sekali sehari secara intraperitoneal selam 4 hari berturut¬turut (Do - D3). Hasil uji diarnati dengan cara membuat preparat hapusan darah tipis dari ekor mencit sejak pemberian larutan uji yang dimulai pada hari ke-0 sampai dengan hari ke-6 (Do-D6) dengan pewarnaan Giemsa pada gelas obyek dan dihitung jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit per 5000 eritrosit dengan mikroskop perbesaran 1000 kali. Kemudian dihitung persentase pertumbuhan parasit dan persentase penghambatan dari masing-masing replikasi dari isolat uji. ED50 dihitung dari data hari ke-0 sampai dengan hari ke-4 Sedangkan pengamatan pada hari ke-5 dan ke-6 untuk melihat profil pertumbuhan parasit. Hasil penelitian dari hari ke-0 sampai dengan hari ke-4 (Do-D4) menunjukkan bahwa fraksi Metanol (F5M) pada dosis 0,00001 mg/kg BB mencit, 0,0001mg/kg BB mencit, 0,001mg/kg BB mencit, 0,01mg/kg BB mencit, 0,1 mg/kg BB mencit, 1 mg/kg BB dan 10mg/kg BB mencit menunjukkan persen penghambatan terhadap Plasmodium berghei masing-masing sebesar 26,24%; 32,96%; 47,15%; 47,15%; 61,79%; dan 70,81%. Sedangkan pada hari ke-6 dan ke-7 terjadi peningkatan pertumbuhan parasit pada mencit coba setelah pemberian larutan uji dihentikan. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi metanol (F5M)dalam darah tidak cukup untuk membunuh seluruh parasit sementara klorokuin difosfat memiliki T112 eliminasi yang lebih panjang dibandingkan dengan larutan uji. Berdasarkan hasil prosen penghambatan rata-rata, dilakukan analisis data dengan menggunakan analisis probit dan diperoleh ED50 sebesar 0,01087 mg/kg BB mencit. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi metanol (F5M) memiliki potensi antimalaria terhadap P. berghei in vivo pada mencit dan memiliki prospek yang cukup besar sebagai alternatif obat antimalaria

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.44/06 Ern e
Uncontrolled Keywords: MORACEAE; ANTIMALARIALS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
SUSI ERNAWATI, 050110046UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoor Cholies Zaini, Prof. Dr.UNSPECIFIED
ContributorAty Widyawaruyanti, Dra. ,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 09:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8712
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item