UJI AKTIVITAS KEMOPREVENTIF KANKER SENYAWA ANDROGRAFOLIDA DARI ISOLAT HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) TERHADAP KANKER FIBROSARKOMA MENCIT SECARA IN VIVO

GRAHA WIRA KRIDA, 05101122414 (2006) UJI AKTIVITAS KEMOPREVENTIF KANKER SENYAWA ANDROGRAFOLIDA DARI ISOLAT HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) TERHADAP KANKER FIBROSARKOMA MENCIT SECARA IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wirakridag-1684-ff4906-k.pdf

Download (413kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wirakridag-1684-ff49_06-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang sangat mengerikan bagi manusia sampai saat ini. Pada tahun 2003 tercatat kematian sebesar 450 ribu tiap tahun di Indonesia dan kanker merupakan penyebab kematian nomor tiga dibawah penyakit jantung dan kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia pads sistem transportasi Indonesia. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, terdapat 100 orang penderita kanker dalam 100 ribu penduduk Indonesia, sehingga di Indonesia saat ini terdapat 200 ribu penderita kanker, dan penyebab kematian yang terbesar adalah kanker payudara (Idris, 2003). Penggunaan kemoterapi pads penyakit kanker menunjukkan basil yang bagus, tetapi efek samping dan toksisitas yang cukup besar, mendorong banyak orang untuk terus melakukan penelitian terhadap pengobatan kanker terutama dari bahan alam. Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan dalam upaya pencarian senyawa bioaktif dari tanaman adalah seperti yang telah dilakukan oleh Sukardiman (2001), yaitu fraksi metanol herba sambiloto menunjukkan aktivitas inhibitor enzim DNA topoisomerase II. Enzim DNA topoisomerase II memegang peranan penting dalam proses replikasi, transkripsi, rekombinan DNA, dan proliferasi sel, termasuk sel kanker. Terdapat hubungan bahwa meningkatnya jumlah dan aktivitas enzim tersebut pads sel kanker, maka proses replikasi, transkripsi, dan proliferasi sel kanker juga akan meningkat. Tujuan penelitian adalah menentukan aktivitas kemopreventif kanker senyawa anddrografolida dari isolat sambiloto (Andrographis paniculata Nees) secara in vivo menggunakan mencit yang diinduksi dengan benzo(a)pirena Maka dilakukan penelitian tentang efek kemoterapi senyawa andrografolida dari herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees) secara in vivo menggunakan hewan coba yaitu mencit jantan yang diinduksi dengan larutan benzo(a)pirena 0,3% (b/v) dalam oleum olivarum secara subkutan untuk menghasilkan sel kanker. Dan selanjutnya diinjeksikan isolat senyawa andrografolida secara intraperitonial dengan dosis 20 mg/kg BB pada dosis I 40 mg/kg BB pada dosis II, dan 80 mg/kg BB pada dosis III. Pengamatan efek kemopreventif ditentukan dengan dibuat kurva persentase hambatan kejadian kanker, berat jaringan yang terkena kanker, dan irisan histopatologi. Berdasarkan persentase timbulnya kejadian timbulnya kanker pada mencit yang ditunjukkan dalam gambar 5.5, memberikan makna kecenderungan penurunan persentase timbulnya kejadian timbulnya kanker fibrosarkoma pada mencit yang telah diberi senyawa andrografolida (dosis 20 mg/kg BB 25%, dosis 40 mg/kg BB 12,5%, dan dosis 80 mg/kg BB 20%). Selain melakukan pengamatan secara visual terhadap gambaran makroskopik pertumbuhan volume kanker pads tengkuk mencit, dilakukan juga irisan histopatologi jaringan kanker kemudian dilakukan pewarnaan Hematoxyllin Eosin terhadap jaringan yang terkena kanker tersebut (gambar 5.1). Pada gambaran tersebut, sel kanker ditunjukkan dengan gambaran sel yang membesar, hiperkromatis (warna yang lebih gelap dan menyerap warna biru keunguan yang kuat), letaknya yang tidak beraturan dan selularitas yang padat. Dari analisis data dengan anava satu arah, diketahui bahwa ada perbedaan yang bennakna berat kanker fibrosarkoma pada mencit antar minimal satu kelompok perlakuan (tabel V.3). Setelah analisis dengan LSD, diketahui bahwa kelompok perlakuan mencit yang diberi senyawa andrografolida dengan dosis 20 mg/kg BB dan 80 mg/kg BB memiliki perbedaan berat kanker yang bermakna dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan kelompok perlakuan dosis 40 mg/kg BB tidak dapat diolah datanya, karena jumlah sampel/replikasinya hanya satu buah (tabel V.4). Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa senyawa andrografolida dari herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dengan dosis I (20 mg/kg BB), dosis II (40 mg/kg BB), dan dosis III (80 mg/kg BB) mempunyai aktivitas kemopreventif pada fibrosarkoma mencit yang diinduksi oleh benzo(a)pirena Dari hasil penelitian ini disarankan agar penelitian dilanjutkan penelitian tentang uji toksisitas (toksisitas umum dan khusus) senyawa andrografolida dari herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees) pada hewan coba yang merupakan prasyarat formal keamanan untuk pemakaian pads manusia, kemudian dilakukan juga penelitian yang serupa pada bean coba yang tingkatannya lebih tinggi, dan perlu dilakukan usaha peningkatan kelarutan senyawa andrografolida dalam pelarut air dengan metoda dispersi senyawa andrografolida yang lebih baik untuk mencapai aktivitas kemopreventif secara optimal

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.49/06 Kri u
Uncontrolled Keywords: ACANTHACEAE; CANCER-CHEMOPREVENTION
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
GRAHA WIRA KRIDA, 05101122414UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSukardiman, Drs. , Apt.,MSUNSPECIFIED
ContributorHani Plumeriastuti, drh., M. Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 19:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8714
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item