PENENTUAN KOMPOSISI OPTIMUM BAHAN TABIR SURYA KOMBINASI OKSIBENSON DAN OKTIL DIMETIL PABA DALAM BASIS VANISHING CREAM SECARA IN VITRO

ETIK KURNIA WATI, 050112409 (2006) PENENTUAN KOMPOSISI OPTIMUM BAHAN TABIR SURYA KOMBINASI OKSIBENSON DAN OKTIL DIMETIL PABA DALAM BASIS VANISHING CREAM SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2006-watietikku-1729-ff1090-k.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-watietikku-1729-ff109_06-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan gangguan pada kulit baik berupa eritema maupun pigmentasi, dan pada keadaan yang lebih serius dapat menyebabkan kanker kulit. Keadaan tersebut dapat dicegah dengan menggunakan tabir surya. Sediaan tabir surya dapat mencegah radiasi sinar matahari terutama sinar ultraviolet dalam hal ini UV-A dan UV-B. Efektifitas sediaan tabir surya antara lain dapat dinyatakan dengan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor). Pada penelitian ini digunakan bahan aktif tabir surya kombinasi oksibenson dan oktil dimetil PABA yang diformulasikan dalam basis vanishing cream. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besarnya nilai SPF dari kombinasi oksibenson (3 dan 4 %b/b) dan oktil dimetil PABA (3,5 dan 7 %b/b) serta menentukan komposisi mana yang memberikan nilai SPF optimum berdasarkan parameter yang diujikan yaitu, stabilitas pH, daya sebar (aseptabilitas) dan nilai SPF. Penentuan nilai SPF sediaan tabir surya dilakukan pada konsentrasi 10 mg/l dalam pelarut isopropanol dengan mengunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 290 — 400 run. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi oksibenson dan oktil dimetil PABA yaitu formula I (3:3), II (3:5), IV (4:3), V (4:5) dan VI (4:7) secara berturut memberikan nilai SPF rata-rata 9,60; 10,79; 8,40; 9,13 dan 12,30 termasuk dalam kategori perlindungan maksimal sedangkan formula III (3:7) dengan nilai SPF 15,30 termasuk kategori perlindungan ultra. Selanjutnya terhadap formula-formula dengan kategori perlindungan maksimal dilakukan uji ANOVA untuk mengetahui apakah ada perbedaan nilai SPF yang bermakna antar formula. Dan basil uji ANOVA dapat diketahui ada perbedan bermakna antara formula I dengan formula II, IV dan VI sedangkan antara formula I dan V tidak ada perbedaan bermakna. Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan nilai SPF bahwa dalam satu kategori perlindungan maksimal formula yang paling baik adalah formula VI dan secara keseluruhan formula yang paling baik adalah formula III.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.109/06 Wat p
Uncontrolled Keywords: SUNSCREEN (COSMETICS)
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ETIK KURNIA WATI, 050112409UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErawati, Tristiana, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 22 Aug 2006 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 20:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8722
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item