AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK AIR KULIT BATANG CEMPEDAK (ARTOCARPUS CHAMPEDEN SPRENG) TERHADAP PLASMODIUM BERGHEI IN VIVO

ADE LISTYAWAN, 050112391 (2006) AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK AIR KULIT BATANG CEMPEDAK (ARTOCARPUS CHAMPEDEN SPRENG) TERHADAP PLASMODIUM BERGHEI IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-listyawana-1738-ff1580-k.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-listyawana-1738-ff158_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria telah menjadi penyakit endemik yang menyerang sebagian besar penduduk dunia sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut juga diperparah dengan adanya resistensi dari strain parasit malaria, Plasmodium sp, terhadap obat obatan malaria yang telah ada. Upaya alternatif yang telah dikembangkan adalah dengan menggunakan bahan alam yang diduga mempunyai khasiat / aktivitas antimalaria. Flavonoid dan terpenoid dari kulit batang Artocarpus champeden Spreng diduga mempunyai aktivitas antimalaria. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antimalaria dari ekstrak air kulit batang Artocarpus champeden Spreng. Langkah awal ekstraksi adalah pembuatan ekstrak dari simplisia kulit batang Artocarpus champeden Spreng. Simplisia ini diserbuk lalu dilarutkan dengan pelarut air dengan volume hingga 10 x berat simplisia, dan diikuti dengan perebusan sampai suhu 100°C , diteruskan hingga 10 menit setelah suhu tersebut tercapai. Larutan hasil pemanasan ini didinginkan kemudian disaring hingga diperoleh filtratnya. Filtrat ini diproses lagi dengam metode beku keying (freeze dry) selama 14 jam atau hingga diperoleh hasil berupa serbuk. Serbuk dari hasil freeze dry dipreparasi dalam bentuk suspensi dengan pembagian dosis uji sebagai berikut : 1, 2, 10, 20, 100, dan 200 mg /kg BB dalam larutan CMC Na 0,5 %. Uji aktivitas antimalaria ekstrak air kulit batang Artocarpus champeden Spreng terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei yang dilakukan dengan metode in vivo 4 — day suppressive Peter's test. Metode Peter ini merekomendasikan bahwa mencit coba yang telah diinfeksi dengan Plasmodium berghei diberikan perlakuan selama 4 hari (DO — D4) dan diikuti dengan preparasi hapusan darah tepi selama 7 hari (DO — D6). Monitoring persentase eritrosit yang terinfeksi parasit malaria (parasitemia) dilakukan pada tiap hari pengamatan. Penghitungan persen parasitemia dari tiap kelompok dosis dari DO — D4 dilanjutkan dengan menghitung harga rata ratanya. Dari data tersebut dapat diolah menjadi data persen pertumbuhan masing masing dosis yang selanjutnya juga dicari rata ratanya. Harga persen pertumbuhan rata rata dari tiap kelompok dosis kemudian dibandingkan dengan persen pertumbuhan kontrol negatif hasil perbandingan ini dikonversikan menjadi data persen penghambatan masing masing dosis. Data dosis uji dari ekstrak air ini bersama dengan data persen penghambatannya dianalisis dengan metode analisa probit dan diperoleh harga ED50. Harga ED50 untuk aktivitas antimalaria dari ekstrak air kulit batang Artocarpus champeden Spreng sebesar 42,3126 mg / kg BB. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka perlu dilakukan suatu penelitian lebih lanjut dan perlu dilakukan fraksinasi dari kulit batang Artocarpus champeden Spreng untuk mendapatkan senyawa flavonoid maupun terpenoid yang lebih murni.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.158/06 Lis a
Uncontrolled Keywords: ANTI MALARIALS; PLASMODIUM
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ADE LISTYAWAN, 050112391UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD FUAD HAFID, Drs., MS., Apt.UNSPECIFIED
ContributorWIWIED EKASARI, Dra. , Apt.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 23 Aug 2006 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 17:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8729
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item