UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA FRAKSI ALKALOID HASIL ISOLASI DARI DAUN JOHAR (Cassia siamea) TERHADAP PERTUMBUHAN Plasmodium berghei IN VIVO

WIDIYANTO KURNIAWAN, 050112365 (2006) UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA FRAKSI ALKALOID HASIL ISOLASI DARI DAUN JOHAR (Cassia siamea) TERHADAP PERTUMBUHAN Plasmodium berghei IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-kurniawanw-1739-ff1590-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-kurniawanw-1739-ff159_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyaknya korban malaria serta timbulnya resistensi parasit malaria terhadap obat antimalaria yang telah ada merupakan masalah yang masih belum bisa diatasi sampai saat ini. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menemukan obat antimalaria bare dari bahan alam. Alkaloid dari daun Cassia siamea diduga memiliki aktivitas antimalaria. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan fraksi alkaloid hasil isolasi dari daun Cassia siamea pada pertumbuhan Plasmodium berghei secara in vivo pada mencit serta menentukan harga EDsonya. Serangkaian tahap ekstraksi dan fraksinasi dilakukan untuk mendapat kan fraksi alkaloid dari daun Cassia siamea. Mula–mula lemak sebagai pengotor ditarik dengan mengekstraksi serbuk daun dengan menggunakan pelarut n-heksan. Kemudian untuk menarik alkaloid dalam bentuk garam, dilakukan ekstraksi dengan etanol 90% yang mengandung asam tartrat 1%. Setelah pembasaan dengan NH4OH dilakukan ekstraksi cair-cair dengan menggunakan pelarut kloroform untuk menarik alkaloid kembali dalam bentuk basanya. Fraksi kloroform selanjutnya difraksinasi dengan metode kromatografi kolorn vakum dan kromatografi kolom terbuka. Fraksi alkaloid hasil isolasi kemudian diuji aktivitas antimalarianya. Fraksi alkaloid hasil isolasi dibuat suspensi uji dengan dosis 5 mg/kg BB, 1 mg/kg BB, 0.5 mg/kg BB, 0.1 mg/kg BB, 0.05 mg/kg BB, dan 0.01 mg/kg BB Uji aktivitas antimalaria fraksi alkaloid hasil isolasi dari daun ('ussia siumeu terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei secara in vivo pada mencit pada penelitian kali ini menggunakan metode Peter. Berdasarkan metode Peter, mencit yang telah terinfeksi diberi perlakuan obat selama empat hari (D0-D3) dan dibuat hapusan darahnya sebelum perlakuan selama tujuh hari (DO-D6). Tiap harinya diamati prosentase eritrosit yang terinfeksi Plasmodium berghei, hasil pengamatan disebut persen parasitemia. Persen parasitemia dari hari ke hari mulai DO-D4 dihitung rata-ratanya sebagai persen pertumbuhan rata-rata. Perbandingan persen pertumbuhan fraksi alkaloid tiap dosis dibandingkan dengan persen pertumbuhan kontrol negatif, dari perbandingan tersebut kemudian dihitung persen penghambatan tiap dosis. Data dosis fraksi alkaloid beserta persen penghambatannya kemudian dianalisis secara probit sehingga didapat data ED50. Pada penelitian kali ini didapatkan hasil ED50 fraksi alkaloid hasil isolasi dari daun Cassia siumeu (dosis fraksi alkaloid hasil isolasi dari daun Cassia siamea yang menghambat pertumbuhan Plasmodium berghei sebesar 50% secara in vivo) adalah sebesar 0,09818 mg/kg BB. Dibandingkan dengan klorokuin difosfat yang memiliki ED50 sebesar 0,15611 mg/kg BB, maka bisa dikatakan fraksi alkaloid hasil isolasi dari daun Cassia siamea cukup potensial sebagai antimalaria. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas antimalaria alkaloid dari daun Cassia siamea.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.159/06 Kur w
Uncontrolled Keywords: ANTI MALARIALS; CASSIA
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
WIDIYANTO KURNIAWAN, 050112365UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWIWIED EKASARI, Dra., Apt.,MsiUNSPECIFIED
ContributorHERRA STUDIAWAN, Dra., Apt.,MsUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 23 Aug 2006 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 17:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8730
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item