Stenting and coiling therapy on post traumatic sphenoidal sinus' pseudoaneurism (a case report)

Netiana and Muhtarum Yusuf, NIDN. 8857900016 (2014) Stenting and coiling therapy on post traumatic sphenoidal sinus' pseudoaneurism (a case report). Jurnal THT-KL, 7 (1). pp. 11-28. ISSN 23378417

[img] Text (Artikel)
Terapi Stenting dan Coiling.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Peer Review)
Terapi Stenting dan Coiling.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://journal.unair.ac.id/THTKL@stenting-and-coil...

Abstract

Pseudoaneurisma atau disebut juga aneurisma semuadalah yang berasal dari kebocoran pembuluh darah arteri setelah trauma, operasi atau pembedahan anastomosis. Pada kebocoran pembuluh darah arteri akan terbentuk pseudoaneurisma dimana darah dari arteri terus mengisi pseudoaneurisma. Hal ini dapat menimbulkan tekanan yang relatif tinggi dapat meluas dan menekan struktur disekitarnya seperti saraf, vena dan jaringan lainnya.1 Trauma tumpul pada arteri karotis memiliki angka morbiditas 3267% dan mortalitas 17-38%.2 Ruptur dari pseudoaneurisma sinus sfenoid mengakibatkan epistaksis yang masif bahkan berakibat fatal dengan rata-rata mortalitas 30-50%.3 Lesi pada pembuluh darah akan dapat menimbulkan komplikasi yang serius dari trauma tumpul atau tajam. Lesi pada arteri karotis interna (AKI) adalah salah satu yang paling serius dan relatif sering terjadi pada trauma kraniofasial. Manifestasi klinis seperti perdarahan dengan bermacam derajat dari gejala ringan sampai berat yang berakibat fatal.3 Epistaksis yang sangat berat biasanya disebabkan oleh trauma AKI atau arteri maksilaris.4Pseudoaneurisma sinus sphenoid sangat jarang menimbulkan epistaksis, tetapi hal ini akan berakibat fatal apabila terjadi jika tidak ditangani dengan baik.5,6 Penatalaksanaan pseudoaneurisma meliputi embolisasi endovaskuler dengan coil atau balon oklusi lebih sering disukai dibandingkan eksplorasi pembedahan secara langsung. Pada beberapa keadaan penggunaan stent dapat mengurangi aliran darah, untuk menyebabkan terbentuk trombus pada pseudoaneurisma tanpa pemasangan coil. Dengan pemasangan stent jangka panjang rata-rata oklusi dilaporkan lebih dari 45%.7Pada makalah ini akan dilaporkan satu kasus pseudoaneurisma sinus sfenoid pasca trauma yang diterapi dengan stenting dan coilingsetelah 2,5 pasca terapi secara klinis baik.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Stenting Therapy, Coiling Therapy, Sphenoidal Sinus, Pseudoaneurism, Post Traumatic
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit THT
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NetianaUNSPECIFIED
Muhtarum Yusuf, NIDN. 8857900016muhtarum.yusuf@fk.unair.ac.id
Depositing User: hanif kurniawan
Date Deposited: 10 Oct 2019 08:57
Last Modified: 10 Oct 2019 08:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/87823
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item