PROFIL KLINIS, TATA LAKSANA, DAN PROGNOSIS PASIEN SKLERODERMA DI INSTALASI RAWAT JALAN REUMATOLOGI RSUD DR. SOETOMO PERIODE 01 JANUARI 2016- 31 DESEMBER 2018

RAHMAWATI NUR AZIZAH, NIM011611133198 (2019) PROFIL KLINIS, TATA LAKSANA, DAN PROGNOSIS PASIEN SKLERODERMA DI INSTALASI RAWAT JALAN REUMATOLOGI RSUD DR. SOETOMO PERIODE 01 JANUARI 2016- 31 DESEMBER 2018. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (195kB)
[img] Text
daftar isi.pdf

Download (71kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (116kB)
[img] Text
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 1 October 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: Http:///lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Skleroderma merupakan penyakit autoimun yang dapat menimbulkan fibrosis pada jaringan-jaringan tubuh sehingga menimbulkan manifestasi klinis yang beragam. Perbedaan manifestasi klinis pada pasien skleroderma menyebabkan perbedaan tata laksana yang diberikan. Keterlibatan organ-organ dalam juga menyebabkan perbedaan prognosis pada masing-masing pasien skleroderma. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manifestasi klinis, tata laksana, dan prognosis pada pasien skleroderma di RSUD Dr. Soetomo Periode 01 Januari 2016- 31 Desember 2018. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif menggunakan data rekam medik untuk mengamati manifestasi klinis dan tata laksana serta menentukan hasil follow up pada pasien skleroderma. Hasil: Total 31 data pasien skleroderma diverifikasi ke dalam kriteria inklusi. Sebanyak 26 pasien (83,9%) memiliki diagnosis skleroderma tipe difus dan 5 pasien (16,1%) memiliki diagnosis mixed connective tissue disease. Pasien yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (90,3%) dan laki-laki berjumlah 3 orang (9,7%) dan kelompok umur terbanyak ialah usia 36-45 tahun (35,5%). Manifestasi klinis berdasarkan kriteria ACR/EULAR yang paling banyak muncul adalah penebalan kulit jari dan lengan (83,9%) sedangkan keterlibatan organ yang paling banyak adalah sistem musculoskeletal (74,2%). Terapi yang paling sering digunakan adalah metilprednisolon (96,8%). Hasil follow up menunjukkan bahwa sebanyak 8 pasien (25,8%) berhasil kontrol selama 2 tahun di poli reumatologi RSUD Dr. Soetomo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK PD 82/19 Azi p
Uncontrolled Keywords: scleroderma, clinical manifestations, therapy, prognosis
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RAHMAWATI NUR AZIZAH, NIM011611133198NIM011611133198
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAwalia, '0020117410UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 01 Oct 2019 02:55
Last Modified: 01 Oct 2019 02:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/87995
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item