PERBANDINGAN KINETIKA PERURAIAN N-(4-RIFLUOROMETILBENZOIL) EFALEKSIN DAN SEFALEKSIN OLEH PENGARUH SUHU YANG DITENTUKAN SECARA KOLORIMETRI

ANITA RAKHMAWATI, 050112456 (2005) PERBANDINGAN KINETIKA PERURAIAN N-(4-RIFLUOROMETILBENZOIL) EFALEKSIN DAN SEFALEKSIN OLEH PENGARUH SUHU YANG DITENTUKAN SECARA KOLORIMETRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2006-rakhmawati-1678-ff1310-k.pdf

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-rakhmawati-1678-ff131_06-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Semakin bervariasinya jenis penyakit saat ini, mendorong adanya berbagai penelitian untuk mengembangkan berbagai struktur obat yang telah ada atau merancang senyawa obat yang baru untuk mendapatkan senyawa obat yang memiliki aktivitas yang tinggi dan toksisitas yang rendah. Dalam usaha tersebut, selain aktivitas farmakologis obat, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah stabilitas senyawa obat tersebut. Data uji stabilitas dari senyawa-senyawa tersebut diperlukan untuk menjamin mutu dan keamanannya (Lachman, et al, 1994). Antibiotika golongan sefalosporin diisolasi dari Cephalosporium acremonium oleh Brotzu pads tahun 1948 (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Sefaleksin merupakan turunan sefalosporin generasi pertama yang aktif secara in vitro terhadap bakteri Gram-positif dan beberapa strain bakteri Gram-negatif. Sefaleksin dapat terurai menjadi bentuk-bentuk yang tidak aktif oleh pengaruh pH, suhu, enzim f3-laktamase dan sinar ultraviolet. Dari basil modifikasi struktur sefaleksin, didapatkan senyawa N-(4-trifluorometilbenzoil)sefaleksin yang merupakan hasil sintesis di Eks Laboratorium Kimia Medisinal. Dari hasil uji aktivitas terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro, didapatkan bahwa senyawa ini memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan sefaleksin sehingga senyawa ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi senyawa obat baru. Prinsip kinetika peruraian dapat digunakan untuk pengkajian stabilitas suatu senyawa yaitu dengan mengukur parameter kimia fisika antara lain tetapan laju reaksi (k), energi aktivasi (Ea), batas umur simpan (t 90), dan waktu paruh (t1/2. Penerapan prinsip fisika kmia pads penentuan stabilitas dapat dilakukan pada kondisi yang melebihi normal untuk meramalkan dengan tepat stabilitas senyawa obat baru pada kondisi penyimpanan normal dari data penyimpanan yang dipercepat (Lachman, et al, 1994). Analisis kuantitatif untuk menentukan kadar bahan aktif senyawa dilakukan dengan menggunakan metode metode kolorimetri (asam hidroksamat). Metode ini merupakan metode yang spesifik terhadap senyawa yang mengandung cincin f3-laktam. Pereaksi hidroksilamin akan bereaksi dengan cincin B-laktam dari sefaleksin membentuk senyawa sefaleksin hidroksamat, kemudian dengan penambahan ion ferri akan terbentuk kompleks yang berwarna dan dapat diukur serapannya pada panjang gelombang 510 nm (Yamana and Tsuji, 1976 ; Florey, 1975). Pada penelitian ini, pengujian stabilitas dilakukan dengan pengamatan peruraian senyawa pada kondisi pH 2,2 yang akan dipercepat dengan pemanasan pada suhu kamar, 400, 50°, 600, dan 70° C masing-masing selama 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Dari hasil pengujian stabilitas tersebut akan didapatkan kadar senyawa aktif pada masing-masing suhu dan interval waktu. Hubungan yang linier antara log kadar senyawa aktif setelah pemanasan dibagi kadar senyawa aktif sebelum pemanasan log (Ct/Co) dengan waktu (t) akan menghasilkan persamaan garis, sehingga dari slope garis tersebut, dapat ditentukan harga tetapan laju reaksi (k) dari senyawa. Dari harga k yang diperoleh, selanjutnya dapat ditentukan harga t1/2 dan t90 senyawa. Energi aktivasi (Ea) senyawa dapat ditentukan dari slope garis hubungan linier antara log tetapan laju reaksi (log k) pada berbagai suhu dengan 1/T, dimana slope = -Ea/2,303R dengan R adalah konstanta gas yaitu 1,987 kalori / mol K (Martin, et al, 1990). Dari hasil penelitian didapatkan harga k N-(4-trifluorometilbenzoil) sefaleksin pads suhu kamar, 40°, 50°, 60°, dan 70° C masing-masing adalah 9,826.10-4; 1,717.10-3; 1,499.10"3; 2,318.10-3; dan 2,429.10"3 menifl. Sedangkan untuk Sefaleksin harga k pads suhu kamar, 40°, 50°, 60°, dan 70°C masing-masing adalah 1,374.10"3; 1,681.10-3; 1,669.10"3; 2,308.10"3; dan 2,244.10"3 merit -l. Harga ti/2 pada suhu kamar, 40°, 50°, 60° dan 70°C untuk N-(4-trifluorometilbenzoil)sefaleksin masing-masing adalah 705,300; 408,645; 463,012; 301,281; dan 285,422 menit. Sedangkan untuk sefaleksin masing-masing adalah 505,508; 413,231; 417,080; 305,844; dan 310,239 menit. Harga t90 path suhu kamar, 40°, 50°, 60°, dan 70°C untuk N-(4-trifluorometilbenzoil) sefaleksin masing-masing adalah 106,862; 61,916; 70,153; 45,649 dan 43,246 menit. Sedangkan untuk sefaleksin masing-masing adalah 76,592; 62,611; 63,194; 46,340 dan 47,006 menit. Harga energi aktivasi (Ea) dari N-(4-trifluorometilbenzoil)sefaleksin adalah 4,387 Kkal/mol dan energi aktivasi (Ea) dari sefaleksin adalah 2,682 KkaUmol. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa N-(4-trifluorometilbenzoil)sefaleksin lebih stabil pads suhu kamar dibandingkan dengan sefaleksin sebagai senyawa induk, sehingga senyawa tersebut dapat diusulkan sebagai calon obat baru alternatif sefaleksin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 131/06 Rah p
Uncontrolled Keywords: CEPHALOS PORINS
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANITA RAKHMAWATI, 050112456UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorH purwanto, prof.Dr..aptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 22:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8805
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item