PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP JUMLAH MEGAKARIOSIT PADA MENCIT

LISTYO ERNA SANTI, 050012258 (2006) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP JUMLAH MEGAKARIOSIT PADA MENCIT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ernasantil-1691-ff7606-k.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ernasantil-1691-ff76_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penggunaan tanaman obat sebagai alternatif dalam pengobatan untuk masyarakat semakin meningkat, sehingga diperlukan penelitian untuk membuktikan khasiat tanaman obat tersebut. Salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan suatu penyakit adalah jambu biji. Jambu biji dapat digunakan sebagai obat diare, sariawan dan keputihan. Secara empiris, jambu biji juga berkhasiat untuk mengatasi demam berdarah. Seperti yang terdapat pada literatur, pada demam berdarah salah satu temuan laboratorium adalah trombositopenia, dimana jumlah trombosit < 100.000/mm3 . Pada penelitian ini, dilakukan uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun jambu biji (Psidium guajava) terstandar terhadap peningkatan jumlah megakariosit pada mencit. Salah satu senyawa yang terkandung dalam daun jambu biji adalah kuersetin. Kuersetin digunakan sebagai senyawa marker dalam penelitian ini karena diduga mempunyai peranan dalam peningkatan jumlah trombosit pasien demam berdarah. Selain itu kuersetin dapat berfungsi sebagai immunomodulator serta dapat menghambat agregasi trombosit Juga didukung penelitian sebelumnya bahwa kuersetin mampu menurunkan permeabilitas vaskular dimana pada pasien demam berdarah terjadi peningkatan permeabilitas vaskular yang dapat menyebabkan terjadinya syok. Dalam penelitian ini digunakan tiga macam dosis pemberian ekstrak etanol 70% daun jambu biji berdasarkan perhitungan kadar kuersetin yaitu setengah, satu, dan dua kali dosis yang digunakan pada studi klinik yang telah dilakukan di bangsal rawat inap rumah sakit Syaiful Anwar Malang. Untuk dapat memastikan adanya senyawa kuersetin dalam bahan uji, maka dilakukan uji kualitatif. Metode yang digunakan untuk uji kualitatif ekstrak ini adalah KLT-Densitometri. Dengan menggunakan fase gerak kloroform : aseton : asam formiat = 15 : 3,3 : 2,5 (v/v), akan diperoleh harga Rf sampel dan profit kromatogram yang dipayar dengan densitometer pada panjang gelombang 254 nm dan 360 nm yang dibandingkan dengan standar kuersetin. Dari hasil uji kualitatif didapatkan hasil bahwa dalam ekstrak etanol 70% daun jambu biji yang digunakan sebagai bahan uji mengandung senyawa kuersetin. Sedangkan untuk uji kuantitatif dilakukan dengan metode KLT-Densitometri pada panjang gelombang 375 nm yang merupakan panjang gelombang maksimum kuersetin. Dari penetapan kadar kuersetin ini diperoleh rata-rata kandungan kuersetin dalam bahan uji 2,46%. Kandungan rata-rata kuersetin ini yang akan digunakan untuk perhitungan dosis sediaan oral yang diberikan pada hewan coba.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 76/06 San p
Uncontrolled Keywords: GUAVA; MEGAKARYOCYTES
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
LISTYO ERNA SANTI, 050012258UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNOOR CHOLIES ZAINI, PrOf. DR. H. ,AptUNSPECIFIED
ContributorSUPRAPTO MA'AT, DR. MS., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 23:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8856
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item