KEABSAHAN DAN AKIBAT HUKUM PERKAWINAN SEDARAH DALAM TRADISI SUKU POLAHI GORONTALO

MERLYN LUCIA TERESIA WENAS, 031724253056 (2019) KEABSAHAN DAN AKIBAT HUKUM PERKAWINAN SEDARAH DALAM TRADISI SUKU POLAHI GORONTALO. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (35kB)
[img] Text
daftar isi.pdf

Download (34kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (39kB)
[img] Text
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 8 October 2022.

Download (709kB) | Request a copy
Official URL: Http:///lib.unair.ac.id

Abstract

Tesis ini berjudul "Keabsahan dan Akibat Hukum Perkawinan Sedarah Dalam Tradisi Suku Polahi Gorontalo”, dengan 2 (dua) pokok permasalahan yaitu keabsahan perkawinan sedarah dalam tradisi suku Polahi dan akibat hukum dari adanya perkawinan sedarah suku Polahi. Penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian yang didasarkan pada data sekunder. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Perkawinan sedarah merupakan suatu bentuk perkawinan yang dilarang berdasarkan ketentuan dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Adanya ketidaksesuaian antara suatu tradisi perkawinan adat dalam suku polahi menjadikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 8 UU Perkawinan tersebut. Perkawinan sedarah yang terjadi ini tidak hanya berakibat bagi keabsahan perkawinan itu sendiri, melainkan juga terhadap kedudukan anak dari hasil perkawinan. Hasil penelitian dari tesis ini menunjukkan bahwa; (1) Berdasarkan pengaturan dalam UU Perkawinan dan beberapa pemahaman hukum adat serta hukum agama pada umumnya melarang perkawinan sedarah karena didorong oleh berbagai faktor, salah satunya faktor kesehatan. Sesuai dengan ketentuan tersebut maka perkawinan sedarah dalam tradisi suku polahi dinyatakan dalam kategori perkawinan yang tidak sah karena tidak dipenuhinya syarat-syarat perkawinan. (2) Terhadap ikatan perkawinan berakibat dapat dibatalkannya ikatan perkawinan dengan pembatalan perkawinan yang dimohonkan ke pengadilan. Terhadap kedudukan anak, sebagai akibat dari pembatalan perkawinan maka kedudukannya tetap menjadi anak sah karena berdasarkan Pasal 28 UU Perkawinan, pembatalan tersebut tidak berlaku surut terhadap kedudukan anak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 142/19 Wen k
Uncontrolled Keywords: Customary Law, Marriage of Sedarah, Polahi Tribe
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MERLYN LUCIA TERESIA WENAS, 031724253056UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAGUS YUDHA HERNOKO, '0019046503UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 08 Oct 2019 08:40
Last Modified: 08 Oct 2019 08:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/88561
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item