STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (Penelitian pada Bagian Penyakit Paru RSU Dr. Soetomo Surabaya)

FERLINA DEMAS, 050212592 (2007) STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (Penelitian pada Bagian Penyakit Paru RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-demasferli-4375-ff5907-k.pdf

Download (426kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-demasferli-4375-ff5907-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia dengan angka kematian mencapai 2 juta orang setiap tahunnya. Pada tahun 1993 WHO (World Health Organization) telah merekomendasikan suatu strategi penanggulangan TB yaitu DOTS (Direct Observed Treatment, Short Course) yang terbukti memiliki tingkat keberhasilan terapi yang tinggi. Departemen Kesehatan RI melalui Gerdunas TB (Gerakan Terpadu Nasional Penanggulangan Tuberkulosis) pada tahun 1999 mengeluarkan sebuah Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis yang mengadopsi dari WHO sebagai acuan utama tenaga kesehatan dalam memberikan terapi bagi penderita TB sehingga TB sebagai masalah kesehatan masyarakat dapat teratasi secara luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penggunaan OAT pada pasien TB Paru dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, mengetahui pola penggunaan obat pada penderita TB Paru, mengkaji jenis obat yang digunakan dikaitkan dengan hasil pemeriksaan dahak, data klinik dan data laboratorium penderita, serta mengetahui adanya Masalah Terkait Obat pada penggunaan OAT (meliputi dosis, efek samping dan interaksi obat). Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari Dokumen Medik Kesehatan (DMK) penderita TB Paru tanpa penyakit sekunder yang bersifat degeneratif yang menjalani rawat inap di RSU Dr. Soetomo Surabaya dengan periode MRS (Masuk Rumah Sakit) antara 01 November 2005 sampai 31 Desember 2005 dan didapatkan 51 penderita dengan 4 penderita yang MRS terhitung dua kali. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 88% penderita TB Paru mendapatkan OAT dan 69,5% dari penggunaan OAT tersebut telah sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Penderita yang mendapat OAT tidak sesuai dengan rekomendasi (30,5%) disebabkan kondisi klinis yang tidak mendukung antara lain terjadinya resistensi dan efek samping akibat penggunaan OAT sebelumnya. Pada penderita TB Paru, selain OAT juga diberikan obat-obat simptomatik dan obat lain untuk mengatasi manifestasi klinis yang menyertai TB Paru yaitu untuk terapi infeksi sekunder digunakan antibiotik spektrum luas golongan florokuinolon (87%) dan sefalosporin (65%), untuk mengatasi batuk digunakan antitusif, ekspektoran dan mukolitik (91%), asam mefenamat untuk mengurangi nyeri dada (27%), parasetamol untuk mengatasi demam (25%), dan untuk mengatasi mual, muntah serta stress ulcer digunakan antasida, ranitidin, dan metoklopramid (22%). Efek samping akibat penggunaan OAT yaitu neuropati perifer diatasi dengan vitamin B kombinasi (78%) sedangkan untuk mengatasi hepatitis drug induced diberikan hepatoprotektor (14%). Selain itu juga diberikan terapi resusitasi cairan sebagai pengganti elektrolit tubuh, infus albumin untuk mengatasi hipoalbuminemia, tranfusi PRC untuk mengatasi anemia, dan kortikosteroid sebagai live saving pada beberapa penderita. Drug Related Problem yang diketahui dari penelitian ini yaitu penggunaan OAT melebihi dosis rekomendasi (2%), penggunaan OAT kurang dari dosis rekomendasi (7,8%), kejadian efek samping drug induced hepatitis (5,9%), neuropati perifer (2%), dan interaksi obat antara rifampisin dengan aminofilin (5,9%), rifampisin dengan kortikosteroid (7,8%) serta antasida dengan levofloksasin (2%). Dari penelitian mengenai studi penggunaan obat pada penderita TB Paru ini masih banyak informasi yang belum tergali, untuk itu diperlukan adanya penelitian lebih lanjut dengan periode waktu yang lebih lama dan dilakukan penelitian yang bersifat prospektif agar dapat mengikuti perkembangan kondisi klinis pasien dengan baik sehingga dapat mengetahui keberhasilan terapi obat. Selain itu juga disarankan agar farmasis lebih berperan dalam pemantauan penggunaan obat serta pemberian informasi dan edukasi terkait obat kepada pasien.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 59/07 Dem s
Uncontrolled Keywords: DRUG THERAPY; TUBERCULOSIS; DRUG UTILIZATION
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FERLINA DEMAS, 050212592UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJunaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt.UNSPECIFIED
ContributorENDANG MARTINIANI, M. Pharm, AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 25 Apr 2007 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 23:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8860
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item