INDUKSI KALUS DARI EKSPLAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAPTHALENE ACETIC ACID (NAA) DAN 6-BENZYL AMINO PURINE (BAP)

AYU UMMI MAUFIROH, 081511433039 (2019) INDUKSI KALUS DARI EKSPLAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAPTHALENE ACETIC ACID (NAA) DAN 6-BENZYL AMINO PURINE (BAP). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
MPB. 50-19 Mau i abstrak.pdf

Download (135kB)
[img] Text
MPB. 50-19 Mau i daftar isi.pdf

Download (133kB)
[img] Text
MPB. 50-19 Mau i daftar pustaka.pdf

Download (179kB)
[img] Text (FULLTEXT)
MPB. 50-19 Mau i.pdf
Restricted to Registered users only until 9 October 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sambiloto merupakan tanaman herbal yang dibutuhkan industri obat tradisional Indonesia. Sambiloto mengandung senyawa penting lakton diterpenoid seperti andrographolide untuk efek farmakologis. Senyawa tersebut dapat diisolasi dengan induksi kalus hasil kultur in vitro. Metode kultur in vitro memerlukan media dan zat pengatur tumbuh yang tepat agar hasil optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP terhadap induksi dan pertumbuhan kalus eksplan sambiloto. Eksplan dari daun ditumbuhkan pada media MS dengan 17 perlakuan kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP masing-masing 0,0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 mg/L. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen laboratoris berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari deskripsi morfologi kalus daun sambiloto. Data kuantitatif diperoleh dari pengamatan waktu induksi kalus, persentase eksplan membentuk kalus, berat basah kalus, dan berat kering kalus, selanjutnya dianalisis secara statistik uji Mann-Whitney dengan nilai signifikansi (α <0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh NAA dan BAP berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan daun sambiloto. Pemberian NAA 1,0 mg/L + BAP 2,0 mg/L menunjukkan respon kalus tercepat yaitu 11 hari. Pemberian NAA 2,0 mg/L + BAP 1,0 mg/L menunjukkan berat basah terbaik yaitu 0,1920 gram, sedangkan pada NAA 1,5 mg/L + BAP 1,5 mg/L menunjukkan berat kering terbaik yaitu 0,0395 gram. Warna kalus yang terbentuk adalah abu-abu, hijau, hijau kekuningan, hijau kecokelatan, cokelat, cokelat kekuningan dengan tekstur kompak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 50-19 Mau i
Uncontrolled Keywords: Induksi kalus, sambiloto, NAA, BAP
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AYU UMMI MAUFIROH, 081511433039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJunairiah, NIDN: '0014077104UNSPECIFIED
ContributorEdy Setiti Wida Utami, NIDN: '0021045707UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 09 Oct 2019 04:47
Last Modified: 09 Oct 2019 04:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/88615
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item