STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KOMPLIKASI INFEKS (Penelitian Pada Pasien Rawat Inap) di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya)

FATHIA RAMADIANI, 050210151 (2006) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KOMPLIKASI INFEKS (Penelitian Pada Pasien Rawat Inap) di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-ramadianif-4389-ff6507-k.pdf

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-ramadianif-4389-ff6507-min.compressed.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan kematian di rumah sakit. Pada penderita GGK umumnya mengalami peningkatan resiko infeksi karena beberapa faktor antara lain malnutrisi, obat immunosupressant, penurunan fungsi imun, invasi pada kulit pada pemasangan kateter untuk proses hemodialisis, dan hemodialisis. Adanya komplikasi infeksi mengakibatkan diberikannya polifarmasi, peningkatan biaya yang harus dikeluarkan, dan memperpanjang lama tinggal di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada penderita gagal ginjal kronik dengan komplikasi infeksi di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya ditinjau dari macam/jenis obat, kombinasi obat, dosis, dan interaksi di instalasi rawat inap RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan data retrospektif periode 1 Mei sampai dengan 31 Desember 2005 (n=29) Dari hasil penelitian diketahui Jumlah pasien GGK dengan komplikasi infeksi pria lebih banyak dari wanita. Jenis obat yang banyak digunakan pads pasien GGK dengan komplikasi infeksi adalah golongan : Antibiotika : ciprofloxacin (27,78%), cefotaxim (24,07%), ampicillin (12,96%). Obat lain yang digunakan antara lain antihipertensi, resusitasi cairan, terapi untuk mengatasi, terapi untuk mengatasi asidosis metabolik,terapi untuk mengatasi gangguan gastrontestinal dan ulserasi , terapi untuk mengatasi anemia , terapi untuk mengatasi hiperurisemia. Sebagian besar (68,52%) dosis antibiotika yang diberikan sudah sesuai dengan dosis yang direkomendasikan, namun 31,48% masih memerlukan penyesuaian dosis dengan kondisi idirens kreatinin pasien. Masalah terkait obat yang nampak pada penelitian ini antara lain : dosis terlalu tinggi (52,78%), salah obat (0,9%), pasien memerlukan terapi tambahan (0,9%), interaksi obat (47,22%).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 65/07 Ram s
Uncontrolled Keywords: KIDNEY FAILURE, CHRONIC; PHARMACOKINETICS; DRUGS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
FATHIA RAMADIANI, 050210151UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBAMBANG SUBAKTI, Z. M. Clin. PhramUNSPECIFIED
ContributorWIDYATI, Dra. Apt./ M.Cin, PhramUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 25 Apr 2007 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 17:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8865
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item