PENGARUH BASA AMIN ORGANIK N-METILGLUKAMIN TERHADAP KELARUTAN KETOPROFEN

RENI WULANSARI, 050212575 (2006) PENGARUH BASA AMIN ORGANIK N-METILGLUKAMIN TERHADAP KELARUTAN KETOPROFEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-wulansarir-4394-ff6707-k.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-wulansarir-4394-ff6707.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketoprofen merupakan antiinflamasi non steroid (AINS) derivat asam propionat yang poten untuk mengobati osteoartritis, rematik artritis, dan dapat menghilangkan nyeri ringan sampai sedang (Chi & Jun, 1991; Wilmana, 1995). Seperti obat-obat AINS lainnya, ketoprofen juga memiliki efek samping iritasi lambung pada pemakaian oral. Efek samping ini diduga karena kelarutan ketoprofen yang sangat rendah, sehingga menyebabkan terjadinya kontak yang cukup lama antara larutan jenuh yang terdapat pada permukaan partikel obat dengan mukosa saluran cerna (Leonard & Levy, 1969; Goodman & Gilman, 1970; Nambu et al, 1978). Untuk mengurangi efek iritasi ketoprofen pada saluran cerna, perlu dilakukan upaya peningkatan kelarutan ketoprofen sehingga dapat diformulasi menjadi sediaan injeksi atau sediaan lain yang dapat menurunkan efek iritasi lambung. Dalam penelitian ini dilakukan peningkatan kelarutan ketoprofen dengan membentuk garam dengan suatu basa amin organik, yaitu N-metilglukamin. Kelarutan ketoprofen dilakukan dengan mengaduk ketoprofen dalam larutan N-metilglukamin selama 3 jam, sesuai dengan penentuan waktu kelarutan jenuh ketoprofen dalam air. Alat yang digunakan adalah seperangkat alat uji kelarutan dengan gelas piala bermantel, yang dilengkapi sirkulasi termostat untuk mengatur agar suhu selalu konstan 37 + 0,5°C. Kelarutan ketoprofen ditentukan dalam larutan N-metilglukamin 0,01–0,05 M. Kelarutan ketoprofen semakin besar dengan meningkatnya konsentrasi N-metilglukamin, yaitu 2,11.103 mg/L hingga 10,68.103 mg/L. Kelarutan ketoprofen juga ditentukan dalam larutan dapar fosfat pH 5, 6, dan 7, untuk memeriksa pengaruh peningkatan pH terhadap peningkatan kelarutan ketoprofen. Kelarutan ketoprofen dalam pH 5 sebesar 0,71.103 mg/L, dalam pH 6 adalah 4,49.103 mg/L, dan dalam pH 7 adalah 22,08.103 mg/L. Hasil kelarutan ketoprofen dalam larutan N-metilglukamin dan dalam dapar fosfat menunjukkan bahwa peningkatan kelarutan ketorpfen tidak hanya dipengaruhi oleh pembentukan garam dengan basa amin organik N-metilglukamin, tetapi juga dipengaruhi oleh peningkatan pH larutan yang dapat meningkatkan jumlah ketoprofen yang terionisasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan: perlu dilakukan pembentukan produk senyawa garam ketoprofen dengan N-metilglukamin, serta uji stabilitasnya, untuk pengembangan sediaan ketoprofen injeksi maupun oral.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 67/07 Wul p
Uncontrolled Keywords: CORINDER; MEDICAL PLANTS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
RENI WULANSARI, 050212575UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
ContributorDWI SETYAWAN, SSi., M.Si., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 25 Apr 2007 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8867
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item