PENGARUH KADAR PEG 8000 TERHADAP LAJU DISOLUSI KETOPROFEN DALAM DISPERSI PADAT KETOPROFEN-PEG 8000

I.W.A. WIDROWATI, 050212579 (2006) PENGARUH KADAR PEG 8000 TERHADAP LAJU DISOLUSI KETOPROFEN DALAM DISPERSI PADAT KETOPROFEN-PEG 8000. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-widrowatii-4535-ff1440-k.pdf

Download (403kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-widrowatii-4535-ff14407.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketoprofen merupakan salah satu obat anti inflamasi non steroid yang banyak digunakan dalam pengobatan artritis reumatoid, osteoartritis, pirai dan keadaan nyeri lainnya (Katzung, 2002). Bahan obat ini mempunyai sifat praktis tidak larut dalam air tetapi permeasi menembus membran biologis baik. Untuk bahan obat yang kelarutannya dalam air rendah, laju disolusi merupakan tahapan yang paling lambat sehingga menjadi tahap penentu kecepatan (rate limiting step) absorpsi dan menentukan bioavailabilitas obat dalam tubuh. Oleh karena itu dilakukan upaya peningkatan laju disolusi ketoprofen untuk mendapatkan biovailabilitas yang lebih baik. Berdasarkan persamaan Noyes-Whitney, laju disolusi dapat diperbesar dengan cara meningkatkan ivas permukaan efektif dan kelarutan bahan obat (Abdou, 1989). Peningkatan luas permukaan efektif dapat dicapai dengan cara pengecilan ukuran pertikel sehingga bahan obat lebih mudah kontak dengan media dan lebih mudah terbasahi (Florence & Attwood, 1987). Namun pada kenyataannya pengecilan ukuran partikel tidak menjamin laju disolusi dan biovailabilitas bahan obat menjadi lebih baik, karena dapat terjadi agregasi dan aglomerasi antar partikel yang mengakibatkan luas permukaan efektifnya menurun (Abdou, 1989). Untuk memperoleh ukuran partikel yang kecil tanpa terjadi agregasi dan aglomerasi maka dilakukan pembentukan sistem dispersi padat. Pada penelitian ini dibuat dispersi padat ketoprofen-PEG 8000 menggunakan metode pelelehan ¬pelarutan dalam pelarut etanol dengan perbandingan kadar ketoprofen-PEG 8000 sebesar 1:1, 1:3 dan 1:5 yang bertujuan untuk meningkatkan laju disolusi ketoprofen, menentukan dan membandingkan peningkatan laju disolusi ketoprofen dalam dispersi padat ketoprofen-PEG 8000 (1:1, 1:3 dan 1:5). Untuk mengetahui peningkatan laju disolusi ketoprofen, maka dilakukan penentuan laju disolusi ketoprofen dalam dispersi padat ketoprofen-PEG 8000, campuran fisik ketoprofen-PEG 8000 dan ketoprofen murni sebagai pembanding. Kemudian dibuat profit disolusi ketoprofen dan ditentukan harga efisiensi disolusi (ED) pada menit ke-45. Uji disolusi dilakukan dalam media air suling sebanyak 900 ml pada suhu 37 ± 0,5°C dengan menggunakan pengaduk dayung kecepatan 50 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju disolusi ketoprofen dalam dispersi padat ketoprofen-PEG 8000 lebih besar dibandingkan dengan laju disolusi ketoprofen dalam campuran fisik maupun ketoprofen murni. Berdasarkan ED(6), laju disolusi ketoprofen dari dispersi padat meningkat 3,96 kali (1:1), 6,17 kali (1:3) dan 7,15 kali (1:5) dari ketoprofen murni. Hal ini dikarenakan pada sistem dispersi padat dapat terjadi hambatan pertumbuhan kristal ketoprofen, adanya efek pembasahan dan solubilisasi oleh PEG 8000 terhadap partikel ketoprofen ketika kontak dengan media disolusi sehingga laju disolusi ketoprofen meningkat. Dari hasil penelitian juga terlihat bahwa laju disolusi ketoprofen dalam dispersi padat ketoprofen-PEG 8000 1:1, 1:3 dan 1:5 meningkat searah dengan peningkatan kadar matriks PEG 8000. Hal ini terjadi karena peningkatan efek pembasahan, solubilisasi dan penghambatan pembentukan kristal ketoprofen oleh PEG 8000 searah dengan peningkatan kadar PEG 8000. Semakin besar kadar PEG 8000 yang digunakan dalam sistem dispersi padat ketoprofen-PEG 8000 maka semakin besar peningkatan laju disolusi ketoprofen. Dispersi padat yang dihasilkan dari penelitian ini perlu diuji stabilitasnya selama penyimpanan dan dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap pengembangan formulasi sediaan ketoprofen dengan produk dispersi padat ketoprofen-PEG 8000.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 144/07 Wid p
Uncontrolled Keywords: POLYETHYLENE GLYCOL
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
I.W.A. WIDROWATI, 050212579UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG WIDAJAJA, Drs. ,M.Si., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 07 May 2007 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8872
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item