PENGARUH KOMBINASI BAHAN PENYAMAK KROM DAN KULIT KAYU MANGROVE (Rhizopora sp.) TERHADAP KULIT IKAN KAKATUA (Scarus sp.) TERSAMAK

ULIFIAH ADI SAPUTRI, 141511233031 (2019) PENGARUH KOMBINASI BAHAN PENYAMAK KROM DAN KULIT KAYU MANGROVE (Rhizopora sp.) TERHADAP KULIT IKAN KAKATUA (Scarus sp.) TERSAMAK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
ABSTRAK PK. THP 08- 19 Sap p.pdf

Download (41kB)
[img] Text
DAFTAR ISI PK.THP. 08- 19 Sap p.pdf

Download (26kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA PK.THP. 08-19 Sap p.pdf

Download (75kB)
[img] Text (FULLTEXT)
PK. THP. 08-19 Sap p.pdf
Restricted to Registered users only until 14 October 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kulit ikan kakatua merupakan kulit eksotis yang memiliki bekas sisik yang besar sehingga menjadi daya tarik tersendiri. kandungan gelatin yang mencapai 24,7% (Nurilmala et al., 2017). Penyamakan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengubah kulit mentah menjadi kulit samak yang lebih stabil. Krom sebagai bahan penyamak mineral banyak digunakan karena karakteristik kulit yang dihasilkan lebih baik dan kegunaannya yang lebih luas. Bahan penyamak krom juga memiliki kekurangan yaitu menghasilkan limbah yang berbahaya(Musa dkk., 2010). Kayu mangrove Rhizopora sp. merupakan salah satu jenis mangrove yang memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi. Kandungan tanin dari tepung kering Rhizopora sp. rata-rata 20-30% dan sangat baik untuk penyamakan kulit dan juga industri yang lainnya (Hamidah, 2006). Penyamakan kombinasi merupakan istilah yang digunakan pada industri penyamakan yang dilakukan dengan dua tahap, misalnya penyamakan tahap pertama menggunakan bahan mineral kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bahan nabati (Kasim et al., 2012). Tujuan dalam penelitian ini adalah: Mengetahui pengaruh kombinasi bahan penyamak krom dan kulit kayu Rhizopora sp. terhadap kulit ikan kakatua tersamak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya. Dan laboratorium penyamakan di Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan dengan total 20 satuan percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: krom sebanyak 8%, krom 6% dan ekstrak kayu Rhizopora 2%, krom 4% dan ekstrak kayu Rhizopora 4%,krom 2% dan ekstrak kayu Rhizopora 6%, dan ekstrak kayu Rhizopora 8%. Analisis fisik kulit ini meliputi hasil uji suhu kerut, uji kemuluuran, uji kuat tarik, dan uji kuat sobek. Data hasil pengujian suhu kerut, kuat tarik, kemuluran, dan kuat sobek dianalisis menggunakan Analisis Varian, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan derajat kepercayaan 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kulit ikan kakatua terbaik terdapat pada konsentrasi krom2 % dan kulit kayu mangrove sebesar 6%. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengujian kuat tarik, kuat sobek dan kemuluran, Suhu kerut berturut-tutut sebesar 150,05 kgf/cm2, 30,55kgf/cm, 26,88, dan 72,55oC.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.THP. 08/19 Sap p
Uncontrolled Keywords: Krom, Ikan Kakatua, Mangrove, Kulit
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ULIFIAH ADI SAPUTRI, 141511233031UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLaksmi Sulmartiwi, 197203021997022001UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 10 Oct 2019 04:44
Last Modified: 14 Oct 2019 05:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/88732
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item