PENENTUAN STABILITAS, ASEPTABILITAS, DAN EFEKTIVITAS PELEMBAB Aloe vera KERING DALAM SEDIAAN GEL DENGAN BASIS Hidroxy Ethyl Cellulose (HEC )

Dian Rahma Haryasari, 050210124E (2006) PENENTUAN STABILITAS, ASEPTABILITAS, DAN EFEKTIVITAS PELEMBAB Aloe vera KERING DALAM SEDIAAN GEL DENGAN BASIS Hidroxy Ethyl Cellulose (HEC ). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-haryasarid-4542-ff1400-k.pdf

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-haryasarid-4542-ff14007-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Untuk dapat mempertahankan kelembaban kulit dari kekeringan diperlukan pelembab yang bekerja dengan mencegah penguapan air yang terdapat dalam kulit sekaligus menarik air dari udara serta mempertahankannya dalam stratum corneum. Pelembab dapat dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, yaitu gel, krim, atau ointment. Terpilih bentuk sediaan gel karena gel memenuhi aspek estetika dari bentuknya yang transparan, aspek aseptabilitas dari pemakai dikarenakan gel memberi rasa nyaman pada saat pemakaian dan tidak meninggalkan bekas yang lengket setelah pemakaian. Untuk membuat suatu sediaan gel dipilih basis gel semisintetis turunan cellulose yaitu Hidroxy Ethyl Cellulose (HEC ) dikarenakan sifatnya yang tidak mudah ditumbuhi mikroba, mudah tercucikan air, dan memberi efek dingin yang nyaman. Konsentrasi HEC yang dapat digunakan yaitu 1%, 2%, dan 5%. Dipilih konsentrasi pemakaian 2% karena diketahui merupakan konsentrasi yang sesuai untuk pemakaian topikal. Diperlukan bahan aktif untuk memberikan efek pelembab, yaitu Aloe vera yang berasal dari bahan alam dan diketahui memiliki berbagai kandungan berkhasiat seperti lignin ( 0,05% – 0,5%) dapat berfungsi sebagai pelembab. Dilakukan penelitian terhadap Aloe vera dengan konsentrasi 0% ( formula kontrol ), 0,1% ( formula A ), 0,3% ( formula B ) dan 0,5% ( formula C ) dalam basis gel HEC 2% sebagai pelembab. Dilanjutkan dengan evaluasi terhadap keempat formula tersebut mengenai pengaruh penambahan Aloe vera terhadap stabilitas sediaan selama 60 hari, aseptabilitas terhadap 10 orang responden, dan efektivitas secara in vitro selama 52 jam pengamatan. Sebelum dilakukan uji stabilitas fisik, dilakukan pemeriksaan karakteristik sediaan meliputi organoleptis, pH, dan kapasitas penyebaran yang dilakukan pada hari ke- 3 setelah pembuatan yang diasumsikan pada hari tersebut kondisi sediaan dalam keadaan baik. Uji stabilitas fisik meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, dan kapasitas penyebaran yang dilakukan pada hari ke- 3, 8,15, 30, 45, dan 60 setelah pembuatan sediaan. Hasil analisa data terhadap karakteristik organoleptis diketahui peningkatan konsentrasi Aloe vera menurunkan konsistensi, menguatkan bau dan warna sediaan. Hasil pemeriksaan karakteristik pH sediaan dianalisa dengan SPSS 12. for windows yaitu oneway Anova dan diketahui peningkatan konsentrasi Aloe vera secara umum dapat menurunkan pH sediaan. Tetapi, peningkatan konsentrasi Aloe vera tidak menyebabkan perubahan nilai pH secara bermakna. Hasil pemeriksaan karakteristik kapasitas penyebaran diketahui pada beban konstan (80 gram) memberikan diameter penyebaran yang berbeda antar formula. Data dianalisa dengan SPSS 12. for windows yaitu oneway Anova didapatkan F(hitung) 65,048 > F(tabel) 4,07. Dari hasil diketahui bahana perbedaan konsentrasi Aloe vera memberikan perbedaan bermakna pada kapasitas penyebaran sediaan gel pelembab. Pengaruh perbedaan konsentrasi Aloe vera yang digunakan pada masing – masing formula terhadap daya penyebaran sediaan, dianalisa SPSS 12. for windows yaitu oneway Anova terhadap slope dari keempat formula, dan didapatkan hasil nilai F(hitung) 3,054 < F(tabel) 4,07. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan Aloe vera tidak memberi perbedaan bermakna terhadap daya penyebaran sediaan. Pemeriksaan stabilitas organoleptis sediaan menunjukkan hasil tidak terjadi perubahan konsistensi, warna, dan bau sediaan selama 60 hari pengamatan. Pemeriksaan stabilitas pH sediaan didapatkan basil %KV untuk formula K, A, B, dan C berturut-turut adalah 3,26; 1,82; 2,38; dan 1,06. Dari hasil diketahui sediaan memiliki pH yang stabil selama 60 hari. Pemeriksaan stabilitas kapasitas penyebaran dilakukan dengan menghitung %KV masing-masing formula dari rata-rata diameter penyebaran pada beban konstan 80 gram selama 60 hari. % KV untuk formula K, A, B, dan C berturut-turut adalah 0,6; 0,5; 0,7; dan 1,2. Dan hasil diketahui sediaan memiliki kapasitas penyebaran yang stabil selama 60 hari. Uji aseptabilitas dilakukan terhadap 10 orang subjek dengan kriteria uji kelembutan, sensasi dingin, dan kemudahan dibersihkan. Analisa aseptabilitas menggunakan metode total skor untuk kriteria yang paling diinginkan oleh subjek. Formula dengan total skor terbesar dari ketiga aspek aseptabilitas yang ada merupakan formula yang paling aseptabel. Untuk uji efektivitas dilakukan secara in vitro selama 28 jam dalam climatic chamber suhu 32°C dan kelembaban 72 ± 2%. dengan menghitung nilai AUC(total) dari persen sisa bobot sediaan uji dan gel hidrofilik yang menggambarkan akumulasi jumlah air yang ada pada lapisan kulit. Dengan mempertimbangkan stabilitas fisik, aseptabilitas dan efektivitas sediaan pelembab dari keempat formula yang dibuat, formula C dengan konsentrasi Aloe vera 0,5% merupakan formula terbaik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 140/07 Har p
Uncontrolled Keywords: ALOE BARBADENSIS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Dian Rahma Haryasari, 050210124EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTRISTIANA ERAWATI, Dra. M,Si.,AptUNSPECIFIED
ContributorNOORMAN ROSITA, DrA. M.SI., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 07 May 2007 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 17:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8875
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item