HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI SAAT TRIMESTER III, BERAT BAYI LAHIR DAN PRAKTIK INISIASI MENYUSU DINI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA NEONATAL DI RSIA KENDANGSARI SURABAYA

BADRIYATUS SHOLIHAH, 101611123107 (2019) HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI SAAT TRIMESTER III, BERAT BAYI LAHIR DAN PRAKTIK INISIASI MENYUSU DINI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA NEONATAL DI RSIA KENDANGSARI SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
6 ABSTRACT .pdf

Download (27kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
8 DAFTAR ISI .pdf

Download (24kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
20 DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (214kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FKM.196-19 Sho h.pdf
Restricted to Registered users only until 10 October 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu fenomena klinis yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Hiperbilirubinemia merupakan istilah yang dipakai untuk ikterus neonatorum setelah ada hasil laboratorium yang menunjukkan peningkatan kadar bilirubin. Bayi dengan hiperbilirubinemia tampak kuning akibat akumulasi pigmen bilirubin yang berwarna kuning pada sclera dan kulit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi saat trimester III, berat bayi lahir dan praktik inisiasi menyusu dini dengan hiperbilirubinemia neonatal di RSIA Kendangsari Surabaya. Penelitian observasional analitik dengan desain kasus control dilakukan selama bulan Maret di RSIA Kendangsari Surabaya. Variabel yang digunakan yaitu karakteristik responden meliputi usia, pekerjaan, pendidikan terakhir, masa kehamilan ibu, berat bayi lahir, riwayat makan ibu saat trimester 3, dan pertanyaan seputar inisiasi menyusu dini. Responden yang terlibat adalah bayi yang ikterus dan tidak ikterus yang dirawat di RSIA Kendangsari. Penentuan kelompok kontrol yaitu bayi yang tidak ikterus dengan kadar bilirubin < 12 mg/dL dan kelompok kasus adalah bayi yang ikterus dengan kadar bilirubin > 12 mg/dL dengan besar sampel kasus dan sampel kontrol masing-masing 37 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki rata-rata usia 30 tahun. Sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga. Mayoritas pendidikan terakhir ibu adalah sarjana. Terdapat hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian hiperbilirubinemia neonatal. Ada hubungan antara jenis kelamin bayi dengan kejadian hiperbilirubinemia neonatal. Riwayat konsumsi zat gizi makro dan mikro memiliki hubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia neonatal. Terdapat hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia neonatal. Terdapat hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan kejadian hiperbilirubinemia neonatal. Sebaiknya instansi menyediakan program peningkatan pengetahuan terkait pentingnya pola konsumsi yang beragam terhadap kejadian hiperbilirubinemia neonatal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.196/19 Sho h
Uncontrolled Keywords: Hyperbilirubin, nutritional intake, birth weight, early breastfeeding initiation
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
BADRIYATUS SHOLIHAH, 101611123107UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSRI SUMARMI, NIDN: 0025066809UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 10 Oct 2019 06:56
Last Modified: 10 Oct 2019 06:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/88773
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item