PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL-10 TERHADAP MUTU FISIK ORALLY DISINTEGRATING TABLET PARASETAMOL (Metode Granulasi Basah)

Venny Normayanti, 050210150E (2007) PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL-10 TERHADAP MUTU FISIK ORALLY DISINTEGRATING TABLET PARASETAMOL (Metode Granulasi Basah). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-normayanti-4974-ff9607-k.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-normayanti-4974-ff9607-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) adalah tablet yang di desain untuk melarut dengan cepat ketika kontak dengan saliva, tanpa membutuhkan air minum dengan waktu disintegras pada umumnya kurang dari 1 menit, dan meninggalkan sedikit residu atau tidak ada residu sama sekali di mulut. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk membuat ODT, diantaranya cetak langsung, granulasi basah, freeze drying, spray drying, sublimasi, dan moulding. Proses produksi pada penelitian ini menggunakan metode granulasi basah, karena metode ini memiliki beberapa keuntungan yaitu proses produksinya lebih mudah, hanya membutuhkan biaya produksi yang lebih sedikit, tablet yang dihasilkan memiliki ketahanan fisik yang baik dan dapat dikemas lebih dari satu tablet dalam satu botol. Disamping itu bahan aktif yang digunakan adalah parasetamol yang mempunyai sifat alir dan kompresibilitas yang jelek, sehingga digunakan metode granulasi basah untuk memperbaiki sifat alir dan kompresibilitasnya. Formula yang digunakan meliputi, parasetamol sebagai bahan aktif, manitoi dan avicel sebagai pembawa, gelatin sebagai pengikat, polyplasdon XL-10 sebagai disintegran dan magnesium stearat sebagai lubrikan. Massa tablet yang terbentuk dicetak dengan menggunakan hydraulic press dengan tekanan 1 ton selama 3 detik Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh kadar polyplasdon XL-10 (1 %; 3 % dan 5 %) terhadap mutu fisik ODT parasetamol dan menentukan kadar optimal polyplasdon XL-10 untuk memperoleh sediaan dengan mutu fisik yang balk. Evaluasi dilakukan terhadap sediaan ODT, meliputi uji karakteristik granul, uji mute fisik tablet, serta keseragaman kadar . Uji mutu fisik meliputi, uji tebal tablet, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur. Dimana dari hash uji tersebut diketahui bahwa ada formula yang tidak memenuhi persyaratan dan ada yang telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. Dari basil uji yang diperoleh, kemudian dilakukan analisis data secara statistik dengan metode Analisis Varian (ANAVA) jenis rancangan Completely Randomized Design (CRD) untuk mengetahui apakah ada perbedaan antar formula, kemudian dilanjutkan dengan uji HSD untuk mengetahui formula mana saja yang berbeda bermakna. Berdasarkan pemeriksaan terhadap mutu fisik dan analisis statistik yang dilakukan pada masing – masing formula, diketahui bahwa perbedaan kadar Polyplasdon XL-10 1%, 3% dan 5% menghasilkan mutu fisik yang berbeda. Formula yang terpilih adalah F2, yaitu dengan kadar Polyplasdon XL-10 1%, walaupun kekerasannya besar, tetapi dengan kadar disintegran yang kecil, sudah memberikan hasil waktu hancur dan kerapuhan yang memenuhi persyaratan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 96/07 Nor p
Uncontrolled Keywords: TABLETING; PARACETAMOL
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Venny Normayanti, 050210150EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBAMBANG WIDJAYA, Drs. ,M.Si.,AptUNSPECIFIED
ContributorM. AGUS S.R, S.Si., M.Si.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 19 Jun 2007 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 18:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8878
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item