STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA

Cynthia Kusumawati, 050212516 (2007) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kusumawati-4977-ff8807-k.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kusumawati-4977-ff8807-min.compressed.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Demam Berdarah Dengue termasuk emerging infectious disease, yaitu kelompok penyakit yang kejadiannya cenderung meningkat setiap tahun. Terjadinya hemostasis abnormal dan kebocoran plasma merupakan perubahan patofisiologi utama pada Demam Berdarah Dengue. Manifestasi klinik penyakit tersebut berupa demam tinggi mendadak, perdarahan, trombositopenia, dan hemokonsentrasi. Terdapat kecenderungan berkembang menjadi Sindroma Syok Dengue yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu diperlukan penanganan yang cepat dan tepat pada penderita Demam Berdarah Dengue serta diperlukan perencanaan penyediaan obat yang dibutuhkan dan pemahaman yang tepat tentang cara penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil terapi secara umum pada Demam Berdarah Dengue, mengetahui jenis terapi yang diberikan, memahami hubungan antara data klinik dan laboratorium dengan terapi, memahami adanya masalah terkait obat, dan mengetahui lama perawatan penderita. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap penderita Demam Berdarah Dengue yang menjalani rawat inap di Bagian Penyakit Dalam RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya selama periode 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2005. Diambil sampel sebanyak 100 penderita secara proportional random sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil terapi pada penderita Demam Berdarah Dengue secara umum meliputi resusitasi cairan, transfusi trombosit, analgesik dan antipiretik, pencegah stress-ulcer, antimual dan muntah, antibiotik, kortikosteroid, dan terapi lain yang bersifat suportif dan simptomatik. Resusitasi cairan yang digunakan pada semua penderita merupakan terapi utama yang berfungsi untuk mengembalikan volume darah dan mencegah adanya syok hipovolemik. Penggunaan cairan resusitasi terbesar adalah Ringer Laktat (90%). Selain itu juga digunakan cairan lain seperti Dekstrose 5%, Normal Saline, dan KaeN 3B. Transfusi trombosit diberikan pada 2% penderita atas indikasi trombositopenia (kurang dari 50.000/mm3) disertai perdarahan. Analgesik — antipiretik yang paling banyak digunakan adalah Paracetamol (76%), sedangkan Metampiron digunakan pada 3% penderita. Penderita Demam Berdarah Dengue memiliki resiko mengalami stress-ulcer. Obat pencegah stress-ulcer diberikan pada 73% penderita. Cimetidin (37%) merupakan salah satu obat pencegah stress-ulcer yang digunakan, selain Antasida, Ranitidin, Proton Pump Inhibitor, dan Sukralfat. Untuk antimual dan muntah digunakan Metoclopramid (37%) dan Ondansetron (6%). Antibiotik digunakan pada 92% penderita dengan penggunaan terbesar adalah golongan Penicillin (53%) yaitu Amoxicillin dan Ampicillin. Antibiotik lain yang digunakan antara lain golongan Cefalosporin, Tetrasiklin, Chloramphenicol, Florokuinolon, dan Cotrimoxazol. Kortikosteroid intravena digunakan pada 29% penderita, yaitu Dexamethason (28%) dan Metil Presnisolon Asetat (1%). Selain terapi yang disebutkan di atas, penderita Demam Berdarah Dengue juga mendapat terapi lain sesuai dengan kondisi dan keluhan yang timbul. Masalah terkait obat yang ditemukan antara lain : penggunaan Ondansetron yang tidak tepat indikasi; penggunaan Cimetidin dan Ranitidin secara bersamaan serta penggunaan Metoclopramid dan Ondansetron secara bersamaan; kondisi trombositopenia disertai perdarahan yang tidak mendapat transfusi trombosit; penggunaan obat tanpa indikasi meliputi pemberian antibiotik serta kortikosteroid; interaksi obat meliputi Antasida dengan Ciprofloxacin/Levofloxacin/Lansoprazol/ Cimetidin/Ranitidin, Sukralfat dengan Levofloxacin, Cimetidin dengan Codein, dan Metoclopramid dengan Cimetidin. Lama perawatan penderita berkisar antara 3 — 13 hari. Tanda perbaikan kondisi penderita dilihat dari penurunan suhu tubuh serta peningkatan jumlah trombosit (98% dipulangkan dengan jumlah trombosit lebih dari 100.000 /mm3). Penelitian secara retrospektif ini mempunyai kelemahan karena kurang lengkapnya data. Disarankan agar penulisan Dokumen Medik Kesehatan dilakukan secara correct, complete, and clear sesuai tindakan medik dan pemberian terapi obat pada penderita. Farmasis disarankan agar semakin berperan aktif dalam penatalaksanaan dan monitoring terapi penderita agar dapat dihindari terjadinya masalah terkait obat. Disarankan pula dilakukan penelitian lebih lanjut secara prospektif agar dapat dilakukan pengamatan yang lebih seksama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 88/07 Kus s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; DENGUE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Cynthia Kusumawati, 050212516UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBUDI SUPRAPTI, Dra. ,Apt., M.SiUNSPECIFIED
ContributorSUMARNO, Drs., Apt.,SpFRSUNSPECIFIED
ContributorWIDYATI, Dra. ,Apt.,M.Clin.PhramUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 20 Jun 2007 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 18:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8881
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item