FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPATUHAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA ORAL SESUAI RESEP DOKTER (Studi pada apotik Kimia Farma 45 Surabaya)

Umi Latifiana, 050110053E (2007) FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPATUHAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA ORAL SESUAI RESEP DOKTER (Studi pada apotik Kimia Farma 45 Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-latifianau-4982-ff9407-k.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-latifianau-4982-ff9407-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kepatuhan merupakan sikap menjaga dan mematuhi dosis regimen dari tenaga kesehatan terhadap suatu penyakit (Genaro, 2000). Kepatuhan (Compliance) terhadap suatu pengobatan (medication) merupakan suatu pengobatan yang telah dibuat oleh dokter (prescriber) yang dapat diterima pasien dan diikuti dengan benar (Armous, David , 2002). Prinsip utama dari kepatuhan itu sendiri yaitu tidak hanya kepatuhan dalam berapa banyak jumlah obat yang diminum per harinya tetapi bagaimana pengobatan yang benar dilakukan sesuai prosedur. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini memperlihatkan bahwa penyakit infeksi dan parasit menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan prosentase 27,5 % dari total kematian yang terjadi (Djaja dan Suwandono, 2001). Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang sedang menghadapi masalah serius dalam penggunaan antibiotik yang kurang bijaksana. Dari data tersebut dapat diperkirakan bahwa banyak terjadi penyakit infeksi sehingga akan banyak pula permintaan terhadap obat anti infeksi. Obat anti infeksi yang merupakan komponen mayor dalam terapi infeksi adalah antibiotika. Penelitian ini dilakukan di apotik Kimia Farma 45 Surabaya dengan jumlah responden 96 orang. Pada penelitian ini dilakukan analisa statistik faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotika oral yaitu variabel usia, pendidikan, pengetahuan, informasi dan referensi, persepsi, dan sikap terhadap perilaku kepatuhan. Dari hasil penelitian ini diperoleh 88,5% responden yang patuh terhadap penggunaan antibiotika sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter. Sedangkan 11,5% responden tidak patuh. Tingginya prosentase responden yang patuh disebabkan oleh etiket antibiotika yang diterima oleh responden dilengkapi label stiker sebagai reminder/pengingat yang berisi tentang durasi pembagian waktu dan keterangan bahwa obat yang diperoleh adalah golongan antibiotika. Perilaku kepatuhan penggunaan antibiotika terdiri atas 4 indikator yaitu tepat aturan pakai, tepat jumlah obat yang diminum, tepat interval penggunaan, tepat lama penggunaan. Dari hasil penelitian menunjukkan responden tepat aturan pakai 84,69%, tepat lama penggunaan 77,55%, tepat interval penggunaan 54,08%, dan tepat jumlah yang diminum 60,20%. Ini menunjukkan bahwa responden banyak yang patuh terhadap penggunaan antibiotika oral. Untuk variabel pengetahuan mengenai antibiotika secara umum prosentase tertinggi adalah 64,60% yaitu pengetahuan yang dimiliki sedang, hal ini dikarenakan 40,6% responden mempunyai jenjang pendidikan tingkat SMA. Tingkat pendidikan mempengaruhi cara berfikir, bersikap, bertindak. Sebanyak 44 responden mengetahui aturan pakai antibiotika yang diterima melalui etiket. Terdapat dua tindakan dari pasien pada saat lupa meminum obat untuk satu dosis minum yaitu dengan mengatur durasi waktu yang bernar sesuai anjuran pada reminder 54,08% responden dan ada pengaturan- aturan pakai yang telah ditetapkan dokter agar tidak mengganggu keadaan puasa bagi pasien yang muslim, tindakan yang kedua yaitu kecenderungan untuk melewatkan saja obat tersebut 45,91% responden. Dari analisa data diperoleh hasil bahwa dari ketujuh faktor yang diteliti, faktor umur, pendidikan, pengetahuan, persepsi, sikap, informasi dan referensi, ternyata hanya faktor umur yang tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotika oral berdasar resep dokter. Antara pendidikan dan pengetahuan dari hasil analisa data menyatakan hubungan yang signifikan. Dari analisa data diperoleh hasil bahwa dari ketujuh faktor yang diteliti, faktor usia, pendidikan, pengetahuan, persepsi, sikap, informasi dan referensi, ternyata hanya faktor umur yang tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotika oral berdasar resep dokter. Antara pendidikan dan pengetahuan dari hasil analisa data menyatakan hubungan yang signifikan. Umur tidak memiliki korelasi terhadap kepatuhan penggunaan antibiotika karena korelasi pearson menghasilkan nilai -0,110 dan signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,282. Untuk variabel pendidikan, pengetahuan, persepsi, sikap, informasi dan referensi memiliki korelasi terhadap kepatuhan penggunaan antibiotika karena memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05 dengan kepercayaan 99%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 94/07 Kat f
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS; DRUGS - PRESCRIBING
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Umi Latifiana, 050110053EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUMI ATHIJAH, Dra. MS,Apt.UNSPECIFIED
ContributorYUNITA NITA, S.Si,M.Phram,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 20 Jun 2007 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 19:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8886
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item