ANALISIS EKONOMI PABRIK PENGOLAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT ALKALI TREATED COTTONI (ATC) DI KOTA BONTANG, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

MUHAMMAD ZULFIKAR AL HAQ, 141311133189 (2019) ANALISIS EKONOMI PABRIK PENGOLAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT ALKALI TREATED COTTONI (ATC) DI KOTA BONTANG, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK PK BP 202 19 Haq a.pdf

Download (42kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI PK BP 202 19 Haq a.pdf

Download (35kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA PK BP 202 19 Haq a.pdf

Download (37kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT PK BP 202 19 Haq a.pdf
Restricted to Registered users only until 11 October 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rumput laut adalah komoditas ekspor yang menjadi sumber pendapatan nelayan. Indonesia memiliki potensi area penanaman rumput laut yang belum termanfaatkan sekitar 50%. Kota Bontang sebagai salah satu wilayah penghasil rumput laut terbesar di Kalimantan Timur, karena kota bontang memiliki luas laut mencapai 349,77 km2 atau sekitar 70% dari luas wilayah.Industri dalam negeri yang menggunakan olahan rumput laut seperti karaginan sebagai bahan baku produksi. Industri karaginan dalam negeri hanya mampu mensuplai sekitar 20% total permintaan karaginan dalam negeri dan selebihnya karaginan diimpor, sehingga banyak dari industri pengolahan karaginan yang sulit berproduksi karena kekurangan bahan baku. Industri pengolahan rumput laut menjadi tepung karaginan memerlukan keterkaitan yang erat antara hulu dan hilir. Hal ini dikarenakan pada tingkat hulu petani rumput laut memiliki keahlian dan kemauan dalam berproduksi dan keterbatasan dalam mengakses pasar dan teknologi. Pemilik pabrik memiliki kekuatan dalam hal teknologi dan akses pasar di tingkat hilir, namun membutuhkan kontinuitas dalam ketersediaan bahan baku. Harga rumput laut semakin meningkat dengan proses pengolahan yang dilalui. Hal ini menunjukan pentingnya industri rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah produk. Kota bontang membutuhkan pabrik pengolahan tepung rumput laut karena kota Bontang memiliki potensi rumput laut yang besar sebagai sumber bahan baku produksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas produksi pabrik pengolahan tepung rumput laut yang tepat untuk kota Bontang dan kelayakan pendirian pabrik pengolahan rumput laut di kota Bontang dengan analisis finansial. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Tahap analisisnya yaitu, melakukan analisis sumberdaya bahan baku di kota bontang melalui wawancara mendalam dengan kelompok tani untuk menentukan kapasitas produksi rumput laut maksimal. Kemudian melakukan analisis kelayakan usaha pada industri tepung karaginan Alkali Treated Cottoni (ATC) berdasarkan data yang diambil di Bontang dan wawancara pemilik pabrik pengolahan tepung karaginan di Pasuruan jawa timur. Berdasarkan perhitungan analisis keuangan untuk mendirikan pabrik pengolahan Alkali Treated Cottoni dan Refine Carrageena menunjukan perbandingan hasil analisis keuangan yang dilakukan pada usaha pengolahan Alkali Treated Cottonii dan Refine Carrageena di kota Bontang. Hasil analisis payback periode menunjukan usaha Refine Carrageena lebih baik dari segi keuangan dibanding usaha pengolahan Alkali Treated Cottonii.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 202/19 Haq a
Uncontrolled Keywords: TEPUNG RUMPUT LAUT
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUHAMMAD ZULFIKAR AL HAQ, 141311133189UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 11 Oct 2019 08:43
Last Modified: 11 Oct 2019 08:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/88921
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item