ANALISIS PENGAWET PADA MINUMAN SARI BUAH SIRSAK DALAM KEMASAN BOTOL GELAS YANG BEREDAR DI PASAR RESMI DI WILAYAH SURABAYA SELATAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPISAN TIPIS-DENSITOMETRI

WHENY UTOYO, 058911121 (1995) ANALISIS PENGAWET PADA MINUMAN SARI BUAH SIRSAK DALAM KEMASAN BOTOL GELAS YANG BEREDAR DI PASAR RESMI DI WILAYAH SURABAYA SELATAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPISAN TIPIS-DENSITOMETRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2013-utoyowheny-23669-Abstrak.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-utoyowheny-23669-FULLTEXT-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap minuman sari buah sirsak dalam kemasan botol gelas dengan nomor pendaftaran non-MD atau yang belum mencantumkan nomor pendaftaran yang beredar di Surabaya Selatan. Penelitian meliputi analisis kualitatif maupun analisis kuantitatif terhadap kandungan pcngawetnya. Pengambilan sampel minuman sari buah sirsak dilakukan dengan sistem Proporsional Stratified Random Sampling dimana Surabaya Selatan dibagi menjadi 8 daerah (kecamatan) dan dari masing-masing kecamatan dipilih pasar secara random untuk lokasi pengambilan sampel. Sampel dipilih secara random dari pasar terpilih secara proporsional sesuai dengan jumlahnya dan dari sampel-sampel tersebut pengawetnya dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan selain dengan pereaksi kimia (untuk bentuk garamnya) juga dengan membandingkan harga Rf sampel dengan Rf standart. Dari analisis kualitatif sampel hasil sampling ini, temyata semua sampel hanya mengandung pengawet Asam Benzoat (atau Natrium Benzoat jika dalam bentuk garamnya) dimana Rf standart untuk Asam Benzoat 0,51 sedangkan untuk sampel didapatkan harga Rf 0,51. Analisis tersebut diatas dilakukan dengan metode Kromatografi Lapisan Tipis dengan fase diam silika gel GF254 dan pelarut pengembang Aceton : Isopropanol: Amoniak 12% =7 : 2 : 2 . Selain itu dilakukan juga dengan membandingkan panjang gelombang maksimum (alfamaks) sampel dengan panjang gelombang maksimum standart yang dilakukan dengan alat Densitometer, dimana standart Asam Benzoat 225 nm sedangkan untuk sampel didapatkan Alfamaks 225 nm. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara Densitometri dengan pengukuran area pada Alfamaks terpilih, dimana dari pengukuran tersebut dapat disimpulkan ksndungan Asam Benzoat dalam sampel minuman sari buah sirsak dalam kemasan botol adalah 0,0193% - 0,0604% b/b atau jika dikonversikan dalam bentuk Natrium Benzoat kadamya adalah 0,0273% - 0,0853% b/b.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 744/ 95 Uto a
Uncontrolled Keywords: CHROMATOGRAPHY THIN LAYER
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WHENY UTOYO, 058911121UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Poedjiarti, Dra., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 03 Apr 2013 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 21:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8909
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item