PROFIL ANAK DOWN SYNDROME DENGAN DELAYED SPEECH DI POLI AUDIOLOGI RSUD DR SOETOMO SURABAYA PERIODE 2013-2017

RATIH DYAH UTAMI, NIM011611133038 (2019) PROFIL ANAK DOWN SYNDROME DENGAN DELAYED SPEECH DI POLI AUDIOLOGI RSUD DR SOETOMO SURABAYA PERIODE 2013-2017. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
FK.PD.116-19 Uta p abstrak.pdf

Download (77kB)
[img] Text
FK.PD.116-19 Uta p daftar isi.pdf

Download (124kB)
[img] Text
FK.PD.116-19 Uta p daftar pustaka.pdf

Download (139kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FK.PD.116-19 Uta p.pdf
Restricted to Registered users only until 16 October 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Down syndrome adalah sebuah patologi terkait dengan kromosom trisomi 21. Insiden Down Syndrome berkisar dari 1/1000 kelahiran di beberapa negara. Sindroma ini umumnya berkaitan dengan keterlambatan perkembangan dan kesulitan dalam bicara dan gangguan pendengaran. Bicara dan mendengar adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki tiap individu untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuan: Untuk mengetahui profil anak Down Syndrome dengan delayed speech di Poli Audiologi, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya periode Januari 2013-Desember 2017. Metode: Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross-sectional retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis. Hasil: Ada 30 pasien dengan delayed speech pada anak-anak Down syndrome. Sembilan belas pasien (63,3%) adalah laki-laki dan 11 pasien (36,7%) adalah perempuan. Distribusi usia paling banyak terdapat pada kelompok usia >1-2 tahun sebanyak 8 pasien (26,7%) dan paling sedikit pada kelompok usia 4-6 bulan sebanyak 1 pasien (3,3%). Gangguan pendengaran ditemukan pada 21 pasien (70%) dan sisanya memiliki pendengaran normal (9 pasien, (30%)). Terdapat 1 pasien (3,3%) dengan profound hearing loss, 8 pasien (26,7%) dengan severe hearing loss, 11 pasien (36,7%) dengan moderate hearing loss, 1 pasien (3,3%) dengan mild hearing loss. Berdasarkan faktor risiko kesehatan; 2 pasien (6,7%) memiliki masalah prenatal, 2 pasien (6,7%) memiliki masalah natal, 7 pasien (23,3%) masalah post-natal, 1 pasien (3,3%) memiliki masalah prenatal dan natal, 5 pasien (16,7%) memiliki masalah natal dan post-natal, 1 pasien (3,3%) memiliki masalah prenatal dan post-natal, 3 pasien (10%) memiliki masalah prenatal, natal dan post-natal, dan sisanya normal (9 pasien, (30%)). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan pendengaran sering terjadi pada anak-anak Down Syndrome dengan delayed speech. Hal ini memungkinkan adanya korelasi dengan faktor risiko kesehatan pada masa prenatal, perinatal, natal dan post-natal. Gangguan pendengaran harus dipertimbangkan selama pengobatan delayed speech pada anak Down syndrome.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD.116-19 Uta p
Uncontrolled Keywords: delayed speech, gangguan pendengaran, Down syndrome
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RATIH DYAH UTAMI, NIM011611133038NIM011611133038
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNyilo Purnami, NIDN: '8811900016UNSPECIFIED
ContributorViskasari P. Kalanjati, NIDN: '0020037604UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 16 Oct 2019 09:34
Last Modified: 16 Oct 2019 09:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/89256
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item